Sekda Mataram Jamin Mutasi Pejabat Tak Ganggu Kinerja OPD

Penyegaran Pejabat di Pemkot Mataram Tidak Pengaruhi Kinerja

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menegaskan bahwa penyegaran terhadap 103 pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tidak akan memengaruhi kinerja dan target yang telah disepakati sejak awal. Hal ini ditegaskan dalam pernyataannya terkait perubahan kepemimpinan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Khususnya terhadap 12 OPD yang telah berganti pimpinan, Sekda memastikan bahwa OPD tersebut akan berjalan sebagaimana mestinya. “Ada beberapa OPD yang ganti nakhoda itu nggak masalah, makannya ketika uji kompetensi kita sampaikan. Ketika saudara ditempatkan itu bagaimana rencana ke depan, dan mereka kan punya visi dan misi yang jelas,” ucap Alwan, Rabu (8/10/2025).

Bacaan Lainnya

Alwan Basri menegaskan, semua Jabatan Tinggi Pratama (JTP) yang telah diberikan kepercayaan untuk menakhodai OPD akan bekerja sesuai dengan harapan. “Yang jelas visi misi Kota Mataram bisa di capai oleh teman-teman, dan tugas pokok bisa kita laksanakan cepat,” yakin Alwan.

Ia meyakini pejabat yang ditempatkan di OPD baru tidak akan membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Hal ini dikarenakan para pejabat tersebut sudah berpengalaman, dan skema kerja mereka pada OPD lama juga dinilai serupa dengan OPD yang mereka pimpin saat ini. “Ini tidak perlu butuh waktu lama untuk bisa recovery, untuk bisa lama terbiasa dengan OPD yang baru,” pungkas Alwan.

Evaluasi Kinerja Selama Enam Bulan

Sementara itu, untuk memastikan kinerja OPD berjalan baik, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, akan melakukan penilaian kinerja selama enam bulan bagi pejabat yang baru dilantik. Mohan bahkan mengingatkan bahwa posisi pejabat tersebut besar kemungkinan akan diganti kembali jika tidak menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

“Jadi saya punya cukup waktu untuk menilai kinerja secara aturan ke depan, jadi manfaatkan posisi dengan baik dengan penuh rasa tanggung jawab dan jaga amanat,” ingatnya Mohan di depan seluruh pejabat yang hadir.

Mohan juga menekankan, mutasi yang dilakukan pada Jumat, 3 Oktober 2025, merupakan gelombang pertama. Ia memastikan akan ada mutasi berikutnya yang akan dilakukan dalam kurun waktu enam bulan pasca pelantikan ini. “Ini gelombang pertama dan kita akan melakukan mutasi lagi, berkaitan dengan posisi yang kosong, perlu ada pemilihan kita asesment sesuai dengan prosedur,” katanya.

Proses Mutasi yang Berkelanjutan

Mutasi jabatan di Pemkot Mataram bukan hanya sekali, tetapi menjadi bagian dari strategi pengelolaan SDM yang berkelanjutan. Dengan adanya evaluasi setiap enam bulan, Pemkot Mataram berupaya memastikan bahwa setiap pejabat mampu menjalankan tugasnya dengan optimal.

Proses mutasi ini juga dilakukan berdasarkan pertimbangan kebutuhan organisasi dan kesiapan individu. Setiap pejabat yang dipindahkan atau dilantik memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, mutasi juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di berbagai OPD. Dengan perubahan kepemimpinan, diharapkan terjadi inovasi dan perbaikan dalam sistem pemerintahan daerah.

Masa Depan Pemkot Mataram

Dalam konteks yang lebih luas, penyegaran jabatan di Pemkot Mataram mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Dengan adanya evaluasi berkala dan penyesuaian struktur organisasi, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memenuhi target pembangunan yang telah ditetapkan.

Selain itu, kebijakan mutasi ini juga memberi kesempatan bagi para pejabat untuk berkembang dan menunjukkan potensinya di bidang yang lebih sesuai dengan keahlian dan minat mereka. Dengan demikian, kinerja organisasi akan semakin optimal dan berkontribusi positif terhadap kemajuan Kota Mataram.


Pos terkait