TPID Toraja Utara Antisipasi Inflasi Akibat Kenaikan BBM Non-Subsidi

Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Mengkhawatirkan Stabilitas Harga

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat, khususnya di Kabupaten Toraja Utara. Peningkatan ini dikhawatirkan dapat memicu inflasi yang berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa di pasar. Untuk menghadapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Dampak Kenaikan Harga BBM

Menurut Jotar Imanuel Popang, Kepala Bagian Ekonomi Setda Toraja Utara, kenaikan harga BBM memiliki dampak signifikan terutama pada biaya distribusi barang dan operasional usaha. “Kenaikan harga energi ini memicu cost-push inflation, di mana harga barang ikut terdorong naik meski tidak secara langsung,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Selain faktor biaya, ekspektasi pelaku usaha juga turut memengaruhi kenaikan harga di pasar. “Kadang pelaku usaha menaikkan harga karena memperkirakan biaya akan naik. Ini yang sering terjadi,” tambahnya.

Langkah Strategis TPID

Untuk mengendalikan potensi kenaikan harga, TPID yang diketuai Bupati Toraja Utara dengan Sekda sebagai ketua harian, telah menyiapkan langkah strategis. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:

  • Pemantauan harian harga dan stok bahan pokok di pasar
  • Memastikan ketersediaan barang di tingkat distributor dan gudang
  • Menggelar rapat koordinasi cepat bersama OPD terkait, Bulog, distributor, dan asosiasi pedagang guna merumuskan langkah pengendalian jangka pendek
  • Berkoordinasi dengan dinas perhubungan dan aparat terkait untuk menjamin kelancaran distribusi logistik

Jika terjadi lonjakan harga signifikan, TPID akan menggelar operasi pasar atau pasar murah dengan melibatkan Bulog dan distributor besar. Pengawasan juga diperketat melalui inspeksi mendadak di pasar dan gudang guna mencegah penimbunan maupun spekulasi harga.

Imbauan kepada Pelaku Usaha dan Masyarakat

Pemerintah turut mengimbau pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar, serta meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. “Komunikasi publik penting. Kami pastikan stok aman agar masyarakat tidak panik,” kata Jotar.

Perkembangan Harga BBM di Lapangan

Dari sisi lapangan, pengelola SPBU Bua, Matius Lati, menyebutkan bahwa kenaikan terjadi pada BBM non-subsidi jenis Dexlite yang kini dijual Rp24.150 per liter. “Yang naik itu Dexlite,” ujarnya.

Sementara itu, manajer SPBU Bolu, Faisal, menyampaikan bahwa harga Pertamax masih stabil dan belum mengalami kenaikan.

Kesimpulan

Melalui langkah-langkah yang telah disiapkan, pemerintah daerah berharap stabilitas harga tetap terjaga di tengah dinamika kenaikan BBM non-subsidi. Dengan pengawasan yang ketat dan komunikasi yang baik dengan pelaku usaha dan masyarakat, diharapkan inflasi dapat dihindari dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.


Pos terkait