Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat
Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah susun (rusun) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat sebagai bagian dari program 3 juta rumah. Lahan yang akan digunakan adalah lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Namun, terdapat tantangan dalam proses pengadaan lahan tersebut.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, mengungkapkan bahwa ada tiga lahan kereta api yang disebut dikuasai pihak lain. Meskipun tidak menyebutkan identitas pihak tersebut, Ara menegaskan bahwa pihaknya akan menggunakan lahan tersebut untuk kepentingan rakyat.
Hadapi Perlawanan dari Pihak Lain
Ara telah melakukan kunjungan ke lokasi lahan milik KAI bersama Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, dan Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin. Saat menemui pihak yang menguasai lahan tersebut, mereka tidak mengakui bahwa lahan itu milik negara melalui KAI.
Menurut Ara, negara tidak boleh kalah dari siapa pun dalam hal kepemilikan lahan. Ia menekankan bahwa negara memiliki kekuatan hukum yang kuat atas lahan tersebut. Ara menegaskan bahwa lahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia.
KAI Pastikan Memiliki Dokumen Lengkap
Ditemui terpisah, Bobby Rasyidin, Dirut PT KAI, memastikan bahwa perusahaan memiliki dokumen lengkap terkait status kepemilikan lahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa legalitas tanah sudah didukung oleh surat-surat yang lengkap.
“Kalau kita lihat, legalitas tanah itu kan surat-suratnya, ya sudah komplit,” ujar Bobby.

Tidak Membutuhkan Langkah Hukum
Karena dokumen legalitas yang dimiliki PT KAI sudah lengkap, Bobby memastikan bahwa tidak diperlukan langkah hukum apapun untuk menggunakan lahan tersebut. Ia menegaskan bahwa sertifikat kepemilikan lahan sudah jelas.
“Enggak dong, jelas kok sertifikatnya,” tutur Bobby.

Proyek Rusun di DKI Jakarta
Selain proyek di Tanah Abang, pemerintah juga memiliki rencana pembangunan rusun lainnya di wilayah DKI Jakarta. Salah satunya adalah proyek yang akan dibangun oleh Astra dengan target 1.000 unit rusun MBR-MBT. Selain itu, pemerintah juga berencana membangun 800 unit rusun di lahan BUMN yang direncanakan selesai pada Juni 2026.
Proyek ini merupakan bagian dari arahan Presiden Joko Widodo, yang ingin memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat. Salah satu proyek yang sedang berlangsung adalah rusun Senen yang mulai dibangun pada Mei 2026.
Dengan adanya proyek-proyek ini, diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak. Namun, proses pengadaan lahan tetap menjadi tantangan utama yang harus dihadapi.







