Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak
Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan ini menjadi perhatian publik. Di tengah sorotan tersebut, Ben Kasyafani memilih pendekatan yang berbeda sebagai seorang ayah. Alih-alih bersikap keras atau mengambil tindakan tegas, ia justru memilih untuk menjadi sahabat bagi putrinya. Dengan cara ini, Ben ingin menjaga komunikasi tetap terbuka dan tidak ada tekanan dari pihaknya.
“Kami sudah seperti teman,” ujar Ben dalam sebuah wawancara yang diunggah di YouTube Reyben Entertainment, Minggu (5/4/2026). Menurutnya, komunikasi adalah kunci utama dalam menghadapi fase pertumbuhan anak. Ia tidak ingin Sienna menyimpan rasa khawatir sendirian.
“Kalau ada masalah, aku bilang lebih baik cerita, jangan sampai sembunyi-sembunyi,” tambahnya. Di usia remaja, Ben memahami bahwa Sienna sedang mencari jati diri. Oleh karena itu, ia berusaha untuk tidak langsung menghakimi setiap keputusan yang diambil oleh putrinya.
Sebagai orang tua, Ben mengakui bahwa ia memiliki harapan agar Sienna bisa menjalankan nilai-nilai agama dengan baik. Namun, ia juga sadar bahwa proses ini tidak bisa dipaksakan. “Namanya orang tua, pasti harapannya sesuai dengan syariat,” ujarnya.
Ben menegaskan bahwa ia selalu berdiskusi dengan Sienna dalam setiap keputusan penting. Hubungan mereka bukan hanya sebagai ayah dan anak, tetapi juga sebagai sahabat yang saling berbagi. “Kadang kita harus memilih, mau jadi orang tua atau jadi sahabatnya,” katanya.
Di balik sikap terbukanya, Ben tidak menampik adanya pergolakan batin. Ia tetap merasakan dilema sebagai orang tua yang ingin memberikan yang terbaik bagi putrinya. “Pasti ada,” ujarnya.
Selain itu, Ben juga menekankan pentingnya kerja sama dengan mantan istrinya, Marshanda. Ia memastikan komunikasi antara keduanya tetap baik demi kepentingan Sienna. “Aku dan Chaca sangat berkomunikasi, semuanya tentang Sienna,” jelasnya.
Dengan pendekatan yang lebih terbuka, Ben ingin menjadi tempat aman bagi Sienna. Ia percaya bahwa dukungan dan kepercayaan adalah hal utama dalam mendampingi anak di masa remaja. Di tengah sorotan publik, sikap Ben ini justru menuai perhatian. Banyak yang menilai pendekatan tersebut sebagai bentuk parenting modern yang mengutamakan empati dan komunikasi.
Peran Orang Tua dalam Masa Remaja Anak
- Komunikasi Terbuka
- Komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama dalam hubungan antara orang tua dan anak.
Dengan komunikasi yang baik, anak akan merasa nyaman untuk berbagi perasaan dan masalah yang mereka alami.
Menjadi Sahabat, Bukan Hanya Orang Tua
- Banyak orang tua saat ini memilih untuk menjadi sahabat bagi anak-anaknya.
Pendekatan ini membantu anak merasa didukung dan tidak merasa dihakimi.
Menghargai Proses Pencarian Jati Diri
- Masa remaja adalah fase pencarian jati diri.
Orang tua perlu memahami bahwa anak sedang mencoba menemukan identitas mereka sendiri.
Tidak Memaksakan Nilai-Nilai Agama
- Meskipun memiliki harapan agar anak menjalankan nilai-nilai agama, orang tua harus memahami bahwa proses ini tidak bisa dipaksakan.
Setiap anak memiliki jalannya sendiri dalam memahami agama.
Kerja Sama dengan Mantan Pasangan
- Kerja sama antara orang tua dan mantan pasangan sangat penting untuk kepentingan anak.
Komunikasi yang baik dapat membantu anak merasa lebih stabil dan didukung.
Membangun Kepercayaan
- Kepercayaan adalah fondasi dari hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
Dengan kepercayaan, anak akan lebih mudah menerima saran dan nasehat dari orang tua.
Menjadi Tempat Aman
- Orang tua perlu menjadi tempat aman bagi anak.
- Anak harus merasa bahwa mereka bisa datang kepada orang tua tanpa takut dihakimi atau dihukum.
Sikap Ben Kasyafani yang Menarik Perhatian
Banyak yang mengapresiasi pendekatan Ben dalam menghadapi perubahan pada putrinya. Dengan cara ini, ia menunjukkan bahwa menjadi orang tua tidak hanya tentang aturan dan disiplin, tetapi juga tentang pemahaman dan dukungan. Dalam dunia yang semakin dinamis, pendekatan seperti ini menjadi contoh yang baik untuk para orang tua lainnya.







