Seorang perempuan berinisial I (49) ditemukan tewas di kamar kontrakannya di wilayah Serpong Utara, Tangerang Selatan pada Kamis (16/4/2026) dini hari. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar setelah korban sempat memberi kode kepada tetangga sebelum meninggal dunia.
Menurut informasi yang beredar, korban dibunuh oleh mantan suaminya yang berinisial THA (41). Dari hasil pemeriksaan awal, jasad korban ditemukan dengan beberapa luka yang mengindikasikan adanya kekerasan fisik yang dilakukan oleh pelaku.
Beberapa saat sebelum korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, tetangga sekitar sempat mendengar suara minta tolong dari dalam kamar. Suara tersebut disebut sebagai kode dari korban untuk meminta bantuan. Namun, upaya pertolongan yang mungkin bisa dilakukan oleh tetangga tidak berhasil.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa peristiwa ini berawal dari pertemuan antara korban dan pelaku pada malam hari sebelum kejadian. Keduanya terlihat keluar rumah bersama, lalu kembali ke rumah korban sekitar pukul 00.30 WIB.
Setelah kembali ke lokasi kejadian, suasana tiba-tiba berubah. Seorang saksi mendengar teriakan korban dari dalam kamar. Namun, pelaku yang ada di lokasi saat itu mencoba meyakinkan saksi bahwa situasi sedang baik-baik saja.
Setelah itu, pelaku meninggalkan lokasi. Beberapa saat kemudian, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar kontrakannya.
Dalam proses penangkapan, pelaku THA (41) ditembak oleh polisi karena melakukan perlawanan. Menurut Kompol Dimitri Mahendra, Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, pelaku diberikan tindakan tegas terukur karena berusaha menyerang petugas dan membahayakan keselamatan masyarakat.
Pelaku ditangkap di Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 17.50 WIB. Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga pelaku melakukan pembunuhan karena sakit hati terhadap korban. Namun, motif pasti dari tindakan tersebut masih dalam penyelidikan.
Sebelumnya, jasad perempuan berinisial I (49) ditemukan di rumah kontrakannya di kawasan Serpong Utara, Tangerang Selatan. Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan warga setempat. Korban disebut sempat memberi kode kepada tetangga sebelum meninggal dunia, meskipun upaya bantuan yang mungkin bisa diberikan tidak berhasil.
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian dan masyarakat luas. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh fakta dan motif dari tindakan pelaku. Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan akan pentingnya perlindungan terhadap individu yang mungkin terancam bahaya, serta pentingnya respons cepat dari lingkungan sekitar ketika ada tanda-tanda bahaya.







