Penganiayaan Juru Parkir dengan Pisau di Kota Pangkalpinang
Pada hari Sabtu, 4 April 2026, sekitar pukul 23.20 WIB, terjadi kejadian penganiayaan yang melibatkan dua orang juru parkir di Alun-alun Kota Pangkalpinang. Kejadian ini berawal dari sebuah konflik kecil yang berujung pada tindakan kekerasan menggunakan senjata tajam.
Peristiwa Penganiayaan
Korban, Rayhan Juli Setiawan (20 tahun), mengalami luka di bagian kepala akibat dianiaya oleh pelaku bernama Erik Febriansyah (30 tahun) menggunakan pisau. Akibatnya, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah kondisi stabil, korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Pangkalpinang agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Penangkapan Pelaku
Menurut informasi dari Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, pelaku ditangkap oleh anggota Polsek Taman Sari pada hari Minggu, 5 April 2026, sekitar pukul 00.30 WIB. Pelaku beserta barang bukti, yaitu satu bilah pisau bergagang kayu berwarna coklat, diserahkan ke Satreskrim Polresta Pangkalpinang untuk proses hukum lebih lanjut.
Latar Belakang Kejadian
Dari pengakuan pelaku, kejadian bermula saat korban memanggil pelaku untuk bertanya tentang setoran parkir. Namun, pelaku merasa tersinggung dan langsung menyerang korban. Ia memukul wajah korban bagian pipi sebelah kiri dengan tangan, kemudian menusuk korban satu kali di bagian belakang kepala menggunakan pisau.
Persiapan Senjata Tajam
Pelaku diketahui telah menyiapkan pisau tersebut sebelum kejadian. Pisau itu disimpan di dalam jaket pelaku, sehingga bisa langsung digunakan saat emosinya memuncak. Tindakan cepat dari pelaku membuat korban terluka parah dan harus segera dibawa ke rumah sakit.
Proses Hukum
Saat ini, pelaku sudah diamankan di Mapolresta Pangkalpinang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim. Korban juga telah mendapatkan perawatan medis yang cukup baik pasca kejadian.
Tindakan Lanjutan
Kepolisian berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kejadian ini. Mereka juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Kesimpulan
Kejadian ini menjadi peringatan bahwa konflik kecil bisa berujung pada tindakan yang sangat berbahaya. Diharapkan, kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan semua pihak dapat menjaga ketenangan serta saling menghormati dalam bekerja.







