Perjalanan Bali United di Super League 2025-2026 tengah diliputi badai kritik dari para pendukung setia. Pelatih kepala, Johnny Jansen, menjadi sorotan utama atas performa tim yang dinilai stagnan dan taktis. Empat pertandingan terakhir di liga telah berakhir dengan kekalahan, memicu kekecewaan mendalam di kalangan suporter yang menyuarakan aspirasi mereka melalui berbagai platform media sosial klub.
Taktik yang Dipertanyakan
Para suporter secara luas mempertanyakan strategi yang diterapkan Johnny Jansen dalam empat laga terakhir. Mulai dari pertandingan melawan Semen Padang hingga duel krusial melawan Persija Jakarta, taktik yang dianggap kaku dan minim improvisasi oleh pelatih asal Belanda ini dianggap sebagai akar masalah. Ketika para pemain Bali United terlihat buntu dalam upaya membongkar pertahanan lawan dan kehilangan daya kreasi di lini serang, Jansen seolah terdiam, bingung mencari solusi dari bangku kepelatihan.
Situasi ini tentu saja membebani tim. Meskipun menjadi sasaran utama kemarahan dan kekecewaan suporter, Johnny Jansen menunjukkan sikap profesional. Ia menolak untuk menyalahkan anak asuhnya atas hasil minor yang diraih. Sebaliknya, pelatih yang pernah menukangi PEC Zwolle di Eredivisie Belanda ini menyatakan kebanggaannya terhadap permainan dan semangat juang para pemainnya. Ia menekankan bahwa timnya terus berupaya memberikan yang terbaik bagi Bali United, meskipun hasil yang didapat belum sesuai harapan.
Sorotan pada Lini Pertahanan
Salah satu area yang paling banyak mendapat sorotan dari para pendukung adalah lini pertahanan. Gawang yang dijaga oleh kiper Mike Houptmeijer tercatat telah kebobolan sebanyak 10 gol dalam beberapa pertandingan terakhir. Angka ini tentu saja mengkhawatirkan dan menjadi bahan perdebatan hangat di kalangan penggemar.
Menanggapi hal ini, Johnny Jansen mencoba meredakan kekhawatiran. Ia menyatakan bahwa kebobolan tersebut tidak menjadi masalah besar bagi tim. Menurutnya, lawan-lawan yang dihadapi Bali United memiliki kualitas yang mumpuni. Ia berpendapat bahwa timnya hanya sedang kurang beruntung dalam beberapa pertandingan terakhir, bukan karena adanya kelemahan fundamental di lini pertahanan.
“Kebetulan tim yang kami hadapi memiliki kualitas. Kami belum beruntung saja karena belum meraih kemenangan atas mereka,” ujar Jansen.
Rentetan Hasil Minor
Perlu dicatat bahwa rentetan hasil kurang memuaskan ini terjadi setelah Bali United berhasil meraih kemenangan tandang atas PSM Makassar. Sejak kemenangan tersebut, tim “Serdadu Tridatu” belum mampu kembali merasakan kemenangan di putaran kedua Super League 2025-2026.
Berikut adalah rentetan hasil yang mengecewakan tersebut:
* 24 Januari: Imbang melawan Semen Padang FC.
* 30 Januari: Kalah dari Persik Kediri.
* 7 Februari: Kalah dari Persebaya Surabaya.
* 15 Februari: Kalah dari Persija Jakarta.
Pembelaan dari Sang Pelatih
Meskipun lini pertahanan menjadi sasaran kritik, Johnny Jansen memiliki pandangan yang berbeda. Ia justru mengingatkan bahwa Bali United sempat mencatatkan rekor impresif sebagai tim tanpa kebobolan dalam enam pertandingan beruntun sebelumnya. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa sektor pertahanan tim sebenarnya tidak bermasalah.
“Kami sukses menjadi tim tanpa kebobolan di enam pertandingan beruntun. Tidak ada masalah di sektor pertahanan kami,” tegasnya.
Jansen mengakui bahwa Bali United mulai mengalami kebobolan saat berhadapan dengan Persik Kediri, Semen Padang, Persebaya, dan Persija. Namun, ia memberikan penjelasan lebih rinci mengenai penyebab gol-gol tersebut.
“Anda bisa lihat saat melawan Persik, bagaimana gol kebobolan kami terjadi. Kemudian saat melawan Semen Padang, kami kebobolan dari set piece tendangan bebas mereka,” jelasnya.
Khusus untuk dua pertandingan terakhir melawan Persebaya dan Persija, Johnny Jansen mengakui bahwa kedua tim tersebut bermain sangat baik dan layak mendapatkan kemenangan. Namun, ia tetap berpegang pada keyakinannya bahwa secara keseluruhan, pertahanan timnya sudah menunjukkan performa yang bagus.
Menatap Laga Berikutnya
Terlepas dari segala kritik dan tekanan, Bali United kini tengah bersiap untuk menghadapi pertandingan pekan ke-22 Super League. Laga tersebut akan digelar melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada hari Senin, 23 Februari mendatang. Seluruh elemen tim diharapkan mampu bangkit dan menunjukkan performa terbaik untuk mengakhiri tren negatif dan mengembalikan kepercayaan para pendukung.







