Guci: Tegal Tetapkan Status Darurat Wisata

Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengambil langkah cepat dalam menanggapi bencana banjir bandang yang menerjang kawasan wisata Guci. Status tanggap darurat resmi diberlakukan selama 14 hari ke depan sebagai upaya penanganan komprehensif.

Bacaan Lainnya

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kerusakan infrastruktur dan fasilitas yang terjadi di area wisata tersebut. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan wisatawan dan warga sekitar, serta memulihkan kondisi kawasan wisata Guci secepat mungkin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal menjelaskan bahwa penetapan status tanggap darurat ini memungkinkan pemerintah daerah untuk segera mengalokasikan sumber daya dan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan. Fokus utama adalah membersihkan material yang menutupi fasilitas wisata dan memperbaiki infrastruktur yang rusak.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan tidak ada rumah warga yang terdampak langsung. Kerusakan terbatas pada beberapa fasilitas wisata dan hilangnya tiga jembatan,” ujarnya. Penanganan darurat ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pendataan kerusakan, penyaluran bantuan, hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Beberapa fasilitas wisata yang mengalami kerusakan signifikan dan saat ini ditutup untuk umum antara lain:

  • Pancoran 13
  • Pancoran 5
  • Pemandian Air Panas

Ketiga lokasi tersebut tertutup material berupa pasir dan batu akibat banjir bandang. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak mengunjungi area tersebut demi keselamatan.

Selain fasilitas wisata, tiga jembatan juga dilaporkan hilang akibat terjangan banjir. Dua di antaranya berada di dalam kawasan objek wisata, sementara satu jembatan merupakan penghubung antara Siramp dan Bumijaya. Hilangnya jembatan ini menyebabkan gangguan aksesibilitas bagi warga dan wisatawan.

BPBD Kabupaten Tegal saat ini tengah berupaya membersihkan material yang menutupi fasilitas wisata. Proses pembersihan ini membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup besar. Setelah proses pembersihan selesai, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kawasan wisata Guci.

Langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya meliputi:

  • Desain Ulang Kawasan Wisata: Pemerintah Kabupaten Tegal berencana untuk mendesain ulang kawasan wisata Guci agar lebih aman dan tahan terhadap bencana alam. Desain ulang ini akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti drainase, penahan erosi, dan sistem peringatan dini.
  • Pembangunan Kembali Jembatan: Pembangunan kembali jembatan yang hilang akan menjadi prioritas utama. Namun, pembangunan ini baru akan dilakukan setelah puncak musim hujan berlalu, diperkirakan sekitar pertengahan Februari 2026. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko banjir susulan yang dapat menghambat proses pembangunan.
  • Penanganan Longsor: Selain banjir bandang, wilayah Siramp dan Bumijaya juga mengalami longsor di 11 titik. BPBD, Polri, dan relawan telah berhasil membersihkan material longsor yang menutupi jalan, sehingga aksesibilitas menuju Kabupaten Brebes sudah kembali normal.

Selama masa tanggap darurat, masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif karena jembatan masih ditutup. Pemerintah daerah terus berupaya untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat mengenai perkembangan situasi dan jalur alternatif yang tersedia.

Pemerintah Kabupaten Tegal berkomitmen untuk memulihkan kondisi kawasan wisata Guci secepat mungkin. Diharapkan, dengan penanganan yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, kawasan wisata Guci dapat kembali beroperasi normal dan menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan pusat, terus dilakukan untuk memastikan penanganan bencana ini berjalan efektif dan efisien. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas terkait.

Pos terkait