PDAM: Tim Gerak Cepat Amankan Air Bersih

Jayapura – Keluhan mengenai pembatalan operasi medis akibat ketiadaan air bersih di RSUD Dok II Jayapura telah mendapatkan respons dari PDAM Jayapura. Direktur Utama PT Air Minuman Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda), Dr. Entis Sutisna, memberikan penjelasan terkait gangguan distribusi air bersih yang terjadi di rumah sakit tersebut.

Dr. Entis menjelaskan bahwa setelah menerima laporan mengenai masalah ketersediaan air bersih di RSUD Dok II Jayapura, pihaknya segera menurunkan Tim Teknis yang terdiri dari Direktur Teknik, Yan Nasadit, serta Kepala Cabang Jayapura Utara. Tim tersebut langsung bertemu dengan Wakil Direktur RSUD Dok II untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa permasalahan utama sebenarnya terletak pada pengaturan internal di dalam rumah sakit. Tim menemukan adanya katup (gate valve) pada reservoar berkapasitas 200 meter kubik, yang terletak di dekat ruang VIP RSUD Dok II, dalam kondisi tertutup.

“Akibat penutupan katup tersebut, air tidak dapat masuk ke bak penampung, sehingga aliran air ke beberapa ruangan di RSUD Dok II menjadi terhambat,” terang Dr. Entis.

Dr. Entis menekankan bahwa kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius dari manajemen rumah sakit. Ia menyarankan agar rumah sakit menunjuk personel yang bertanggung jawab untuk melakukan pengecekan rutin terhadap gate valve, sehingga penutupan yang tidak disengaja dan dapat menghambat distribusi air dapat dihindari.

Lebih lanjut, Dr. Entis menambahkan bahwa PT AMJ juga telah membentuk tim khusus yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada objek-objek vital, termasuk rumah sakit. Ia mengakui bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian bersama antara pihak RSUD Dok II dan tim PT AMJ di lapangan.

Dr. Entis menegaskan bahwa tugas PT AMJ adalah menyalurkan air hingga ke bak penampung atau reservoar yang dimiliki oleh rumah sakit. Sementara itu, pendistribusian air dari reservoar ke kamar-kamar pasien dan ruang pelayanan sepenuhnya menjadi tanggung jawab internal RSUD.

Untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang, Dr. Entis menyampaikan harapannya agar pihak rumah sakit dapat secara rutin mengontrol ketersediaan air dan kondisi reservoar setiap hari. Jika terjadi gangguan atau air tidak mengalir, ia mengimbau agar segera dilakukan pengecekan dan dilaporkan kepada tim teknis PT AMJ Jayapura Utara.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Permasalahan Utama: Penutupan katup (gate valve) pada reservoar air berkapasitas 200 meter kubik di dekat ruang VIP RSUD Dok II.

    • Akibatnya, air tidak dapat masuk ke bak penampung dan menghambat aliran air ke beberapa ruangan.
  • Tanggung Jawab:

    • PT AMJ bertanggung jawab untuk menyalurkan air hingga ke bak penampung atau reservoar milik rumah sakit.
    • RSUD bertanggung jawab untuk mendistribusikan air dari reservoar ke kamar-kamar pasien dan ruang pelayanan.
  • Rekomendasi:

    • Manajemen rumah sakit perlu menunjuk personel yang bertanggung jawab untuk melakukan pengecekan rutin terhadap gate valve.
    • Pihak rumah sakit diharapkan dapat mengontrol ketersediaan air dan kondisi reservoar setiap hari.
    • Jika terjadi gangguan atau air tidak mengalir, segera lakukan pengecekan dan laporkan kepada tim teknis PT AMJ Jayapura Utara.

Dengan adanya koordinasi yang baik antara PT AMJ dan RSUD Dok II Jayapura, diharapkan masalah ketersediaan air bersih dapat teratasi dan tidak mengganggu pelayanan medis kepada masyarakat. Pengecekan rutin dan komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk mencegah terjadinya gangguan distribusi air di masa mendatang.

Pos terkait