Perusahaan konstruksi PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) kini memiliki nahkoda baru. PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) resmi menjadi pemegang saham pengendali, sebuah langkah yang diharapkan akan membawa angin segar bagi pertumbuhan bisnis ASLI di masa mendatang.
Perubahan kepemilikan ini terealisasi pada tanggal 19 Januari 2026, melalui transaksi di pasar negosiasi. Sebanyak 3,92 miliar lembar saham, atau setara dengan 62,72% kepemilikan, yang sebelumnya dipegang oleh Sudjatmiko, berpindah tangan ke WKM. Dengan rampungnya transaksi ini, WKM secara resmi mengambil alih kendali ASLI. Sebagai tindak lanjut, WKM akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) atas sisa saham publik, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 9/2018.
Lantas, siapa sosok di balik WKM? Pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) dari WKM adalah Hariono, seorang pengusaha yang memiliki berbagai portofolio bisnis dalam jaringan usaha Haji Isam. Salah satu perusahaan yang terkait dengan jaringan ini adalah PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).
Direktur Asri Karya Lestari, Yudra Saputra, menyambut baik kehadiran WKM sebagai pemegang saham pengendali. Ia meyakini bahwa sinergi antara ASLI dan WKM akan membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas di sektor jasa konstruksi. Peluang ini mencakup baik konstruksi gedung maupun konstruksi sipil.
“Akuisisi ini bertujuan untuk pengembangan usaha WKM yang juga bergerak di bidang konstruksi, sehingga diharapkan tercipta kolaborasi positif,” ujar Yudra dalam keterangan resminya pada hari Senin, 26 Januari 2026.
Dengan hadirnya pemegang saham pengendali baru, ASLI menargetkan untuk memperluas lini usahanya. Perusahaan berencana untuk merambah pembangunan fasilitas industri, perkantoran, dan hunian. Selain itu, ASLI juga akan memperkuat kapasitasnya dalam mengerjakan proyek-proyek sipil, seperti pembangunan jalan, irigasi, jembatan, dan sistem drainase. Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing ASLI di pasar konstruksi yang semakin kompetitif.
Direktur Wahana Konstruksi Mandiri, Peter Handika, menyatakan keyakinannya bahwa portofolio proyek dan rekam jejak yang dimiliki WKM akan menjadi sumber nilai tambah yang signifikan bagi ASLI.
“Kami optimistis kolaborasi ini dapat menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ASLI secara berkelanjutan,” tegas Peter.
WKM sendiri memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam industri konstruksi. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah menyelesaikan berbagai proyek strategis, yang menunjukkan kapabilitas dan komitmennya dalam memberikan hasil yang berkualitas. Beberapa proyek yang pernah ditangani oleh WKM antara lain:
Pembangunan Workshop dan Office Plant untuk PT Jhonlin Baratama di Kalimantan Selatan (2023)
- Proyek ini menunjukkan kemampuan WKM dalam membangun fasilitas industri yang kompleks dan memenuhi standar yang tinggi.
Pembangunan Barak dan Pos Pengamanan Perbatasan TNI untuk Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (2024–2025)
- Proyek ini mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap WKM dalam mengerjakan proyek-proyek strategis yang berkaitan dengan keamanan dan pertahanan negara. Pembangunan barak dan pos pengamanan perbatasan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan Indonesia.
Proyek Lainnya
- WKM juga tercatat pernah mengerjakan proyek pembangunan jetty dan mooring dolphin untuk PT Nusa Jaya Port. Selain itu, perusahaan ini juga terlibat dalam pembangunan Tangki CPKO PT Kodeco Agrojaya Mandiri, serta Gedung Dekranasda Kotabaru.
Keberhasilan WKM dalam menyelesaikan berbagai proyek ini menjadi bukti nyata kompetensi dan profesionalisme perusahaan. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang solid, WKM diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan bisnis ASLI di masa mendatang. Kolaborasi antara ASLI dan WKM diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dan menghasilkan nilai tambah bagi kedua perusahaan.







