Bonek Bersuara: Enam Pemain Asing Persebaya Surabaya Diusulkan Hengkang di Tengah Musim, Satu Nama Mengejutkan
Menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim, para pendukung setia Persebaya Surabaya, yang akrab disapa Bonek, mulai menyuarakan aspirasi mereka kepada manajemen klub. Melalui kolom komentar di unggahan akun Instagram fans base Persebaya Surabaya, @supporter_persebaya1927, pada 6 Desember 2025, Bonek mengungkapkan unek-unek mereka mengenai pemain asing yang dinilai layak dipertahankan dan yang harus angkat kaki.
Akun @supporter_persebaya1927 memantik diskusi dengan memposting foto sembilan pemain asing Persebaya Surabaya yang membela tim di paruh pertama musim 2025/2026. Pertanyaan sederhana diajukan: “Coba tulis nama Pemain yang memiliki kontribusi lebih sejauh ini.”
Respons dari Bonek pun membanjir, menunjukkan kepedulian dan harapan besar mereka terhadap performa tim kesayangan. Berdasarkan analisis dan pandangan mayoritas suporter, enam nama pemain asing diidentifikasi sebagai kandidat yang layak dilepas pada jendela transfer paruh musim. Keenam pemain tersebut adalah Diego Mauricio, Dejan Tumbas, Mihailo Perovic, Dime Dimov, Leo Lelis, dan Milos Raickovic.
Dejan Tumbas: Nama Tak Terduga dalam Daftar Pemain yang Diusulkan Hengkang
Dari keenam nama tersebut, Dejan Tumbas muncul sebagai sosok yang cukup mengejutkan. Kehadirannya dalam daftar pemain yang diusulkan untuk hengkang mencerminkan harapan Bonek akan adanya perubahan signifikan, terutama di lini serang.
Berbagai komentar dari Bonek menunjukkan kekecewaan terhadap beberapa pemain asing. “Selain Mitrovski, Bruno, Rivera, Gali bisa dilepas lah.. Terutama Diego, Perovic, Dimov itu parah banget kalau Milos masih 50-50,” tulis akun @andriyanz_7uv3, menyuarakan pendapatnya. Komentar lain dari @imaniezar menyatakan, “Selain Risto, Gali, Bruno, Rivera, pemain asingnya nggak bermanfaat buat Persebaya.”
Beberapa Bonek secara spesifik menyebutkan nama-nama yang harus segera angkat kaki. Akun @handrisimanjuntak3 menulis, “Mihailo Perovic, Diego Mauricio, Dimov, Leo, Dejan Tumbas out.” Sementara itu, @p_anugraa menambahkan, “Tumbas out, sekalian striker-nya, dua out sekalian, Milos juga.”
Namun, ada juga Bonek yang melihat sisi positif dari beberapa pemain. “Rivera, Bruno, Gali & Risto layak musim depan tetap bersama Green Force Persebaya,” ujar @caksi27. Pendapat serupa datang dari @viola26677 yang menyatakan, “Intinya striker buang semua… Bruno, Rivera, Risto, Gali stay.” Sebagian besar Bonek sepakat bahwa Bruno, Rivera, Risto, dan Gali adalah pemain yang layak dipertahankan.
Kini, publik menantikan apakah tim kepelatihan dan manajemen Persebaya Surabaya akan mempertimbangkan aspirasi dari para pendukung setianya atau justru mengambil langkah yang berbeda.
Kutukan Lini Depan Persebaya Surabaya: Sejarah Pemain Berganti Cepat
Perombakan skuad di Persebaya Surabaya pada bursa transfer paruh musim tampaknya semakin nyata. Sektor yang paling krusial dan berpotensi mengalami perombakan besar adalah lini serang. Performa Persebaya yang naik turun di awal musim menjadi indikasi kuat adanya kebutuhan untuk melakukan perubahan di lini depan.
Hal ini terutama menyoroti performa Mihailo Perovic dan Diego Mauricio yang dinilai minim kontribusi. Mihailo Perovic baru mencatatkan 2 gol dari 12 pertandingan yang dimainkannya. Sementara itu, catatan Diego Mauricio lebih memprihatinkan, dengan hanya bermain selama 34 menit dalam 2 pertandingan.
Jika kedua pemain ini benar-benar didepak, maka sebuah kutukan lama Persebaya Surabaya akan kembali terasa. Sejak kepergian David da Silva pada tahun 2018, Persebaya Surabaya seolah kesulitan menemukan striker yang mampu memberikan kontribusi konsisten dalam jangka waktu lama.
Bahkan, setelah promosi ke Liga 1, hanya David da Silva yang berhasil mencatatkan kiprah terlama bersama Persebaya, bermain selama tiga musim dari 2018 hingga 2021, meskipun sempat dipinjamkan ke Pohang Steelers.
Setelah David da Silva, Persebaya sempat mendatangkan Manu Dzalilov. Namun, karier pemain asal Tajikistan ini hanya seumur jagung, hanya membela tim selama satu musim dari 2019 hingga 2020.
Kisah pemain asing yang datang dan pergi dengan cepat terus berlanjut. Dimulai dari Arsenio Valpoort, penyerang asal Belanda yang meskipun bukan striker murni, sempat ditempatkan sebagai ujung tombak oleh pelatih Aji Santoso. Namun, karier Valpoort pun singkat, hanya dari Januari hingga April 2022.
Selanjutnya, giliran striker asal Brasil yang menghiasi skuad Persebaya. Jose Wilkson bergabung pada April 2022 dan hengkang pada Januari 2023. Kemudian, Silvio Junior mengisi posisi striker dari Juni 2022 hingga Januari 2023, atau kurang dari setengah musim.
Persebaya kembali merekrut bomber asal Brasil, Paulo Victor, yang didatangkan pada Januari 2023 dan meninggalkan klub pada November di tahun yang sama. Setelah Paulo Victor, tim Bajul Ijo merekrut Paulo Henrique, mantan bomber Persiraja Banda Aceh. Namun, Paulo Henrique pun hanya bertahan lebih dari setengah musim, masuk pada November 2023 dan keluar pada Agustus 2024.
Setelah era pemain Brasil, Persebaya mencoba mendatangkan striker asal Guinea Bissau, Flavio Silva. Flavio Silva sebenarnya menunjukkan performa yang mengesankan, namun kariernya di Persebaya juga hanya berlangsung satu musim. Didatangkan dari Persik Kediri pada Juli 2024, ia resmi dilepas pada Juli 2025.
Jika Mihailo Perovic dan Diego Mauricio benar-benar didepak, maka kutukan pemain depan yang hanya bertahan sebentar di skuad Persebaya Surabaya akan terus berlanjut. Hingga saat ini, belum ada nama pemain baru yang dikaitkan dengan Persebaya Surabaya untuk mengisi lini depan.







