Sempat Ingin Pensiun, John Stones Bangkit dari Kegagalan

Perjalanan John Stones yang Penuh Tantangan

John Stones, bek Manchester City, pernah menghadapi masa-masa sulit dalam kariernya akibat cedera hamstring. Pemain berusia 31 tahun ini harus melewatkan sebanyak 33 pertandingan musim lalu dan hanya tampil sebagai starter di enam pertandingan Liga Inggris. Cedera tersebut membuatnya merasa putus asa dan bahkan berpikir untuk pensiun.

Pada wawancara dengan BBC Radio 5 Live, Stones mengungkapkan bahwa musim lalu sangat menantang baginya. “Musim lalu sulit bagi saya, sampai-sampai saya berpikir untuk berhenti. Saya tidak ingin melakukannya. Saya sudah muak bersikap profesional dan berusaha melakukan segala daya saya dengan benar, lalu terus-menerus putus asa dan tidak punya jawaban. Situasinya sangat sulit.”

Bacaan Lainnya

Stones juga menjelaskan bahwa ketika seseorang mengalami cedera, seringkali sulit untuk memahami penyebabnya. “Ada saatnya Anda tidak tahu mengapa hal itu terjadi dan bahkan lebih sulit ketika Anda telah berupaya keras, atau Anda sangat profesional, untuk dapat bermain dan tampil,” tambahnya.

Ia menyadari bahwa ketika sesuatu terjadi, akan lebih mudah untuk memberi alasan seperti “saya tidak melakukan X, Y, dan Z”. Namun, ia mengaku bahwa situasi seperti ini menjadi tantangan mental yang besar. “Semoga saya tidak kembali ke tempat itu,” ujarnya.

Emosi yang Tinggi dan Semangat Juang

Meski mengalami cedera yang berkepanjangan, Stones tetap memiliki semangat juang yang tinggi. Ia mengaku sangat emosional ketika memikirkan tentang pensiun. Namun, ia berhasil mengurungkan niat tersebut karena memiliki tekad untuk terus berjuang.

“Emosi saya sedang tinggi. Saya tidak berpikir jernih. Jauh di lubuk hati, saya rasa saya tidak akan pernah melakukannya. Bertahun-tahun yang lalu, ketika City menginginkan tantangan baru, saya berkata, ‘Saya akan berjuang’,” tegasnya.

Menurut Stones, semangat juang dan mentalitas menang selalu ada dalam dirinya. “Hanya itu yang saya tahu sejak kecil – mengapa saya harus berhenti sekarang? Jadi ya, ada semangat juang dalam diri saya dan mentalitas menang yang tidak mau berhenti,” katanya.

Performa Musim Ini dan Peluang di Timnas Inggris

Di musim ini, Stones menjadi pilihan utama pelatih Pep Guardiola di tiga pertandingan awal Liga Inggris. Meskipun demikian, dalam dua pertandingan terakhir melawan Burnley dan Brentford, ia selalu dicadangkan. Meski begitu, Thomas Tuchel tetap memanggilnya ke Timnas Inggris untuk menghadapi Wales dan Latvia.

Kehadiran Stones di Timnas Inggris menunjukkan bahwa ia masih memiliki kontribusi penting bagi negaranya. Meski mengalami kesulitan dalam beberapa waktu terakhir, ia tetap percaya pada kemampuan dirinya untuk kembali tampil prima.

Dengan pengalaman dan semangat juang yang dimilikinya, Stones berharap bisa kembali membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi. Kembali ke jalur yang benar bukanlah hal mudah, namun ia yakin bahwa usaha dan ketekunan akan membawanya kembali ke performa terbaiknya.

Pos terkait