Ziarah Paskah Bawa Rezeki, Yani Raup Untung Jualan di TPU Km 12 Palangka Raya Kalteng

Kondisi Ziarah Paskah di TPU Km 12 Palangka Raya

Di tengah deretan lampu dan lilin yang menyala di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Km 12 Palangka Raya, Yani, warga Jalan Tingang, tampak sibuk melayani pembeli di lapak sederhana miliknya. Di atas meja dan rak kecil, ia menjajakan bunga, baik bunga asli maupun artifisial, serta lilin yang dibutuhkan peziarah.

Sejak Jumat (3/4/2026) hingga Sabtu malam, pembeli datang silih berganti, terutama pada waktu-waktu tertentu saat ziarah berlangsung. Dari dua hari tersebut, Yani mengaku meraup pendapatan sekitar Rp3 juta. “Dua hari ini dapat sekitar tiga jutaan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (4/4/2026) malam.

Bacaan Lainnya

Meski membawa rezeki, ia menilai suasana tahun ini terasa lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau dibanding tahun lalu, sekarang agak sepi. Tahun lalu lebih ramai,” katanya. Namun, kondisi yang terasa lebih lengang itu tidak sepenuhnya mencerminkan jumlah pengunjung yang berkurang. Perubahan tersebut dinilai lebih dipengaruhi pola kepadatan yang berbeda, seiring penerapan skema lalu lintas baru di kawasan TPU Km 12.

Pengaturan Lalu Lintas di TPU Km 12

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Hadi Suwondoyo menjelaskan, sebelumnya jalur masuk dan keluar kendaraan berada di satu titik yang sama sehingga kerap menimbulkan kemacetan panjang. “Dulu itu jalurnya jadi satu, masuk dan keluar di satu sisi. Saat kendaraan keluar terjadi pelambatan, akhirnya menumpuk dan macet,” ujarnya. Menurutnya, kondisi tersebut bahkan menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub menerapkan rekayasa lalu lintas dengan memisahkan jalur masuk dan keluar kendaraan, serta memanfaatkan jalur tembus menuju Km 13 sebagai akses alternatif. “Di dalam kawasan sebenarnya ada jalan yang bisa tembus ke Km 13, itu yang kita manfaatkan supaya tidak terjadi penumpukan,” jelasnya.

Rekayasa lalu lintas tersebut juga mengatur jalur kendaraan secara lebih rinci. Kendaraan yang masuk diarahkan melalui Jalan Yusuf Arimatea dari arah Jalan Tjilik Riwut Km 12. Sementara itu, kendaraan roda dua diarahkan keluar melalui jalur khusus yang terhubung ke Jalan Damang Gustaf Erang. Adapun kendaraan roda empat dialihkan melalui jalur di sisi barat kawasan dengan sistem memutar (loop) untuk memperlancar arus keluar.

Selain itu, area parkir juga disebar di sejumlah titik sesuai kawasan pemakaman, mulai dari TPU Kristen, Katolik, Muslim hingga Budha, guna menghindari penumpukan dan parkir liar di sekitar lokasi.

Pengaruh Pedagang yang Semakin Banyak

Menurut Yani, selain faktor pengaturan lalu lintas, jumlah pembeli yang ia rasakan berkurang juga dipengaruhi semakin banyaknya pedagang yang berjualan di kawasan tersebut. Ia menyebut, tahun ini penjual bunga dan lilin terlihat lebih banyak dibandingkan sebelumnya, sehingga pembeli terbagi. “Sekarang yang jualan juga makin banyak, jadi pembeli terbagi,” ungkapnya.

Meski demikian, kondisi yang lebih tertib membuat suasana berjualan terasa lebih nyaman. “Sekarang lebih rapi, tidak terlalu padat,” tambahnya. Ia pun tetap bersyukur karena momen ziarah Paskah masih memberikan tambahan penghasilan bagi dirinya. “Alhamdulillah masih ada rezeki,” pungkasnya.


Pos terkait