Rusia Serang Ukraina dengan 500 Drone, 14 Tewas

Serangan Rusia ke Ukraina: Paskah yang Diwarnai Kekerasan

Pada Jumat (3/4/2026), sejumlah wilayah di Ukraina, termasuk Kyiv, Kharkiv, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia, dilaporkan diserang oleh pasukan Rusia menggunakan lebih dari 500 drone. Serangan ini terjadi pada siang hari waktu setempat dan menewaskan 14 orang. Selain itu, serangan tersebut juga menyebabkan kematian sekitar 20 hewan peliharaan di Kyiv, karena sebuah klinik hewan di kota tersebut ikut menjadi sasaran.

“Sayangnya, hewan juga terkena dampak serangan itu. Sekitar 20 hewan mati karena kerusakan pada klinik hewan,” kata Gubernur Negara Bagian Kyiv, Mykola Kalashnyk, seperti dikutip dari laporan berita lokal.

Bacaan Lainnya

Rusia Kembali Menyerang Ukraina di Tengah Perayaan Paskah

Serangan Rusia terjadi tepat di tengah perayaan Paskah, yang biasanya menjadi momen damai bagi masyarakat. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, sebelumnya telah meminta pasukan Rusia untuk tidak melancarkan serangan selama perayaan ini. Namun, permintaan tersebut diabaikan.

Akibat serangan ini, perayaan Paskah warga Ukraina jadi terganggu dan penuh kesedihan. Banyak keluarga kehilangan anggota mereka akibat serangan drone yang menghantam rumah-rumah warga.

“Di wilayah Kyiv, sebuah drone menyerang sebuah bangunan tempat tinggal di Obukhiv. Serangan lain (juga) terjadi antara taman kanak-kanak dan sekolah di Vyshneve dan merusak rumah-rumah,” kata Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko.

Ukraina Berupaya Mengakhiri Serangan Rusia

Untuk mengakhiri serangan Rusia, Ukraina beberapa kali menggelar pertemuan trilateral dengan Rusia dan Amerika Serikat sebagai mediator. Namun, semua pertemuan tersebut berakhir tanpa kesepakatan berarti.

Pertemuan pertama dan kedua dihelat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Januari dan awal Februari 2026 lalu. Namun, kedua pertemuan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia.

Pertemuan ketiga digelar di Jenewa, Swiss, pada 17 dan 18 Februari. Sayangnya, pertemuan tersebut lagi-lagi gagal menghasilkan kesepakatan perdamaian antara Ukraina dan Rusia.

Proses Negosiasi Terakhir Menemukan Jalan Buntu

Pertemuan ke-4 juga sudah digelar beberapa waktu lalu. Namun, pertemuan tersebut juga menemukan jalan buntu. Sebab, tidak ada kesepakatan gencatan senjata di antara Ukraina dan Rusia.

Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengatakan, perang yang terjadi antara Iran dengan AS dan Israel di Timur Tengah turut memperlambat proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Sebab, fokus negara-negara kini sedang tertuju pada konflik tersebut.

“Situasi geopolitik menjadi lebih rumit karena perang melawan Iran. Ini, sayangnya, meningkatkan kepercayaan diri Rusia,” kata Zelenskyy.

Kebuntuan ini membuat konflik antara Rusia dan Ukraina jadi makin alot. Padahal, per 24 Februari lalu, perang antara kedua pihak sudah memasuki tahun ke-4. Namun, hingga kini, belum ada tanda-tanda kapan perang akan berakhir.

Pos terkait