Gunung Dukono Meletus, Kolom Abu Capai 1.600 Meter, Status Waspada

Peristiwa Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara

Pada hari Minggu, 5 April 2026, pukul 08:33 WIT, terjadi erupsi Gunung Dukono yang berlokasi di Halmahera Utara, Maluku Utara. Peristiwa ini dilaporkan oleh Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, yang mencatat tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.600 meter di atas puncak gunung (sekitar 2.687 meter di atas permukaan laut). Kolom abu yang teramati memiliki warna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat laut.

Erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum sebesar 28 mm dan durasi gelombang sekitar 166,67 detik. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

Bacaan Lainnya

Status Gunung Dukono dan Rekomendasi

Saat ini, Gunung Dukono berada dalam status Level II (Waspada) sesuai rekomendasi dari PVMBG. Berikut beberapa rekomendasi penting untuk masyarakat dan pengunjung:

  • Masyarakat di sekitar Gunung Dukono serta pengunjung atau wisatawan dilarang beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 km.
  • Mengingat letusan dengan abu vulkanik sering terjadi dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin, masyarakat di sekitar gunung disarankan selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat dibutuhkan, guna mencegah ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Profil Singkat Gunung Dukono

Gunung Dukono adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara. Dengan ketinggian sekitar 1.335 meter di atas permukaan laut, gunung ini telah meletus secara periodik sejak tahun 1933. Letusan yang sering terjadi menghasilkan abu vulkanik tebal dan awan panas, serta menjadi destinasi pendakian populer yang menantang.

Poin-Poin Penting Mengenai Gunung Dukono

  • Aktivitas vulkanik tinggi: Gunung Dukono tercatat sebagai gunung berapi yang terus-menerus aktif dengan letusan strombolian yang menyemburkan abu, pasir, dan bom lava dari kawah Malupang Warirang.
  • Status terkini: Pada April 2026, gunung ini berada dalam status Level II (Waspada). PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas atau mendekati kawah dalam radius 3-4 km.
  • Lokasi dan pendakian: Terletak di Halmahera Utara, jalur pendakian umumnya dimulai dari Desa Mamuya. Pendaki sering kali disuguhkan pemandangan kawah aktif dan lanskap vulkanik yang unik.
  • Letusan bersejarah: Salah satu letusan besar terjadi pada tahun 1550, yang mengakibatkan aliran lava menimbun selat antara Halmahera dan kerucut utara Gunung Mamuya.

Pentingnya Memantau Informasi dan Arahan Lokal

Karena aktivitas erupsi yang sering terjadi, sangat penting bagi masyarakat dan pengunjung untuk selalu memantau informasi dari PVMBG dan mengikuti arahan dari pemandu lokal. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan menghindari risiko yang mungkin timbul akibat letusan gunung berapi.

Pos terkait