Kreator Demak Tewas Terseret Arus Sungai Tuntang Saat Syuting

Kehilangan Seorang Konten Kreator di Sungai Tuntang

Seorang konten kreator asal Demak, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Tuntang. Korban yang bernama NH (33 tahun) diduga sedang membuat konten video saat debit air sungai meningkat, sehingga mengakibatkan kejadian tragis ini.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (3/4/2026), sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban yang merupakan warga Desa Gebangarum, Kecamatan Bonang, diduga sedang melakukan aktivitas vlogging di sekitar tanggul Sungai Tuntang. Pada waktu yang sama, debit air Sungai Tuntang diketahui meningkat signifikan hingga menyebabkan tanggul di Kecamatan Guntur jebol di tiga titik.

Bacaan Lainnya

Korban akhirnya ditemukan pada Sabtu (4/4/2026) pagi di Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo. Tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBD dan polisi melakukan pencarian menggunakan perahu dan perlengkapan keselamatan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dengan hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Dugaan sementara adalah korban tenggelam akibat arus deras yang terjadi.

Peran Vlogger dalam Kejadian Ini

Menurut Kapolsek Bonang, Miftahun Nur, korban dikenal sebagai vlogger di lingkungan tempat tinggalnya. “Keterangan dari tetangganya itu vlogger, istilahnya ngevlog-ngevlog itu, terkenalnya di desa seperti itu,” ujar Miftah melalui sambungan telepon. Ia menduga korban berada di lokasi untuk membuat konten terkait kondisi sungai yang sedang meluap.

“Karena airnya tinggi waktu itu, alirannya deras ke arah laut, sana dekat muara,” tambahnya saat ditanya dugaan aktivitas sebelum insiden. Dugaan ini semakin kuat karena korban sempat meninggalkan kendaraannya di lokasi kejadian.

Kronologi Penemuan Korban

Awalnya, peristiwa ini terungkap ketika seorang warga melihat sepeda motor terparkir di tanggul Sungai Tuntang di Desa Karangrejo pada Jumat sore. Di sekitar lokasi juga ditemukan sebuah sandal jepit. Karena kendaraan tersebut tidak berpindah hingga malam hari, warga kemudian melaporkan temuan itu kepada perangkat desa yang diteruskan ke pihak kepolisian.

Petugas dari Polsek Guntur yang datang ke lokasi sempat mencari pemilik kendaraan, namun tidak membuahkan hasil. Setelah dilakukan pemeriksaan pada kendaraan, ditemukan identitas berupa fotokopi kartu keluarga. Anggota merapat ke Gebangarum, ternyata benar milik kakaknya, dipinjam adik keponakan.

Imbauan dari Pihak Berwajib

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Tuntang untuk lebih berhati-hati, terutama saat debit air meningkat. Aktivitas di sekitar tanggul atau bantaran sungai diharapkan dapat dihindari guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.


Pos terkait