
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir sebagai inspektur upacara pemakaman prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Upacara tersebut berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat, pada hari Minggu (5/4).
Agus hadir langsung dalam prosesi pemakaman Mayor (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, yang gugur pada Senin, 30 Maret 2026, pukul 10.45 waktu Lebanon atau 15.45 WIB. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kematian prajurit yang telah berjuang demi kepentingan bangsa dan negara.
“Yang telah gugur demi kepentingan serta keluhuran bangsa dan negara pada hari Senin tanggal 30 Maret 2026 pukul 10.45 waktu Lebanon atau 15.45 WIB,” ujar Agus saat menghadiri pemakaman jenazah.
Ia juga menambahkan bahwa semoga perjalanan darma bakti yang dilalui oleh Zulmi menjadi suri teladan bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar,” tambahnya.

Jenazah Mayor Zulmi Aditya Iskandar tiba di Indonesia pada Sabtu sore (4/4). Setelah tiba, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, pada pukul 21.15 WIB. Kedatangan jenazah disambut dengan tangisan dari keluarga, kerabat, serta warga yang telah menunggu sejak lama.
Sebelum diserahkan kepada keluarga, Presiden Prabowo Subianto lebih dulu menjemput jenazah di Bandara Soekarno Hatta. Ia turut memberikan penghormatan terakhir kepada Zulmi serta dua prajurit TNI lainnya yang juga gugur di Lebanon, yaitu Serka (Anm) M. Nur Ichwan dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

Dua prajurit TNI lainnya yang gugur di Lebanon, yaitu Serka (Anm) M. Nur Ichwan dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon, juga dimakamkan dengan upacara yang sama.
Serka (Anm) M. Nur Ichwan dimakamkan hari ini di TMP Giripeni Kulon Progo, Yogyakarta. Sementara itu, Kopda (Anm) Farizal Rhomadon dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo, Kabupaten Magelang.
Prosesi pemakaman ini tidak hanya menjadi momen duka bagi keluarga dan rekan-rekan prajurit, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan dari negara terhadap para pahlawan yang gugur dalam menjalankan tugas negara.
Beberapa hal penting yang bisa dipetik dari peristiwa ini adalah:
- Kepedulian pemerintah terhadap prajurit yang gugur: Presiden dan Panglima TNI secara langsung hadir dalam upacara pemakaman, menunjukkan bahwa pemerintah menghargai jasa-jasa para prajurit.
- Kehadiran keluarga dan masyarakat: Prosesi pemakaman dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta warga setempat, yang menunjukkan rasa duka dan penghormatan terhadap para pahlawan.
- Kesadaran akan tugas negara: Keberadaan prajurit TNI di luar negeri dalam misi perdamaian PBB menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dunia internasional.
Setiap langkah yang diambil oleh pemerintah dan masyarakat mencerminkan rasa hormat terhadap para pahlawan yang gugur. Prosesi pemakaman ini juga menjadi pengingat bahwa setiap jiwa yang gugur dalam menjalankan tugas negara layak mendapatkan penghormatan dan penghargaan yang setimpal.







