JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengungkapkan bahwa dirinya menerima instruksi khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang tidak layak menjadi penyedia menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Instruksi ini diberikan dalam rangka memastikan program tersebut berjalan dengan baik dan benar.
Nanik menyampaikan informasi tersebut setelah menghadiri rapat kerja bersama seluruh anggota Kabinet Merah Putih, para kepala badan, serta pejabat eselon I kementerian/lembaga di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/4).
“Presiden memerintahkan agar semua dapur yang jelek atau tidak mengikuti petunjuk teknis (juknis) ditertibkan,” ujarnya.
Selain itu, Nanik juga menjelaskan bahwa dirinya pernah melaporkan tentang suspensi atau penangguhan sementara operasional SPPG kepada Presiden Prabowo. Laporan ini dilakukan karena beberapa SPPG tidak mematuhi juknis, bahkan menyebabkan kejadian luar biasa seperti keracunan massal.
Lebih lanjut, ia juga memberi tahu bahwa beberapa SPPG yang dikenai suspensi karena memainkan harga, membiarkan monopoli pemasok bahan MBG, serta praktik curang lainnya. Respons Presiden Prabowo terhadap laporan tersebut sangat positif.
“Bagus, lanjutkan terus,” kata Nanik mengutip perintah Presiden Prabowo.
Menurut Nanik, Presiden Prabowo tidak hanya menekankan pentingnya penertiban SPPG, tetapi juga mengingatkan agar pemberian MBG benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas gizi para penerimanya. Ia menegaskan bahwa anak-anak dari kalangan mampu tidak perlu menerima MBG karena orang tua mereka sudah mampu memberikan makanan bergizi di rumah.
“Kalau anak-anak orang mampu, kan, tidak membutuhkan MBG karena orang tuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” ujar Nanik.
Selain itu, Nanik juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo meminta agar MBG tidak dipaksakan kepada kelompok masyarakat mampu maupun sekolah yang tidak membutuhkan program tersebut. Menurutnya, MBG harus fokus pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi.
“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” jelas Nanik.
Menurutnya, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar program andalan Presiden Prabowo tersebut benar-benar efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
Oleh karena itu, Nanik berencana untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan bahwa MBG diberikan kepada pihak yang benar-benar memerlukan.
“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” ucap Nanik.







