Kenaikan Jumlah Penumpang di Stasiun Pasar Senen Selama Libur Lebaran
Selama masa libur Hari Raya Idulfitri, stasiun-stasiun besar di Indonesia mengalami lonjakan penumpang yang signifikan. Salah satunya adalah Stasiun Pasar Senen di Jakarta. Arus mudik masih berlangsung hingga hari ini, dengan jumlah penumpang yang meninggalkan Jakarta melalui stasiun tersebut mencapai 19.604 orang pada hari ini.
Di tengah keramaian tersebut, para porter terlihat sibuk memuat barang-barang penumpang ke gerbong kereta. Mereka membawa koper dan kardus dengan penuh semangat, meskipun pekerjaan ini cukup melelahkan. Salah satu porter yang telah bekerja selama lebih dari dua dekade, Rahmat Basuki, 61 tahun, mengatakan bahwa penghasilan mereka meningkat selama musim Lebaran.
“Pada hari biasa, kami hanya mendapatkan antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per hari. Tapi saat Lebaran, rata-rata kami bisa mendapat Rp 400 ribu,” ujar Rahmat sambil melanjutkan pekerjaannya di stasiun tersebut.
Rahmat baru saja pulang dari Cikampek, Jawa Barat, setelah melakukan mudik. Ia kembali bekerja sejak kemarin. Menurutnya, jumlah porter di Stasiun Pasar Senen sekitar 80 orang dalam satu shift. Sistem shift yang digunakan dibagi menjadi dua bagian, yaitu shift ganjil dan genap. Shift genap berlangsung dari pukul 19.00 hingga 07.00, sedangkan shift ganjil berlangsung dari pukul 07.00 hingga 19.00.
Kepadatan di stasiun ini sangat terasa. Banyak penumpang harus duduk di lantai karena tidak ada kursi kosong di ruang tunggu. Ini menunjukkan betapa tingginya permintaan layanan transportasi kereta api selama liburan Lebaran.
Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa jumlah penumpang kereta api jarak jauh yang berangkat dari Ibu Kota hari ini mencapai 41.754 orang. Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba mencapai 41.663 orang. Puncak kepadatan terjadi di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir.
Secara kumulatif, selama periode 11–22 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari Ibu Kota mencapai 579.083 orang. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat masih sangat bergantung pada transportasi kereta api sebagai salah satu moda utama untuk melakukan perjalanan jauh.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lonjakan Penumpang
Beberapa faktor dapat menjelaskan lonjakan jumlah penumpang selama libur Lebaran. Pertama, banyak masyarakat yang memilih kereta api karena lebih aman dan nyaman dibandingkan kendaraan pribadi atau bus. Kedua, adanya kebijakan pembatasan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi lain, seperti pesawat terbang dan mobil pribadi, membuat masyarakat beralih ke kereta api.
Selain itu, infrastruktur kereta api yang sudah cukup baik di wilayah Jakarta dan sekitarnya juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan jumlah penumpang. KAI juga terus berupaya meningkatkan kapasitas angkut dan kenyamanan bagi penumpang, terutama selama musim mudik.
Upaya KAI dalam Menghadapi Arus Mudik
Untuk menghadapi arus mudik yang begitu besar, KAI melakukan beberapa langkah strategis. Di antaranya adalah menambah jumlah kereta api yang beroperasi dan meningkatkan frekuensi pemberangkatan. Selain itu, pihak KAI juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di stasiun dan jalur kereta api.
Selain itu, pihak KAI juga memberikan fasilitas tambahan seperti tempat duduk yang lebih banyak, penambahan toilet, serta pelayanan informasi yang lebih baik kepada penumpang. Hal ini dilakukan agar para penumpang merasa nyaman dan aman selama perjalanan.
Dengan demikian, libur Lebaran tahun ini terbukti menjadi momentum penting bagi industri transportasi kereta api. Meski ada tantangan dalam menghadapi jumlah penumpang yang sangat besar, KAI tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.







