Menjelang momen Hari Raya Idul Fitri, kabar gembira datang bagi para pengemudi ojek online (ojol). Pemerintah bersama para penyedia layanan aplikasi transportasi online telah merampungkan skema pencairan dan besaran Tunjangan Hari Raya (THR) atau Bonus Hari Raya (BHR) yang akan diterima oleh ribuan mitra pengemudi. Kebijakan ini mencakup pengemudi dari berbagai platform besar seperti Gojek, Grab, Maxim, hingga InDrive, yang beroperasi di seluruh penjuru Indonesia, termasuk wilayah Kalimantan Selatan.
Penyaluran BHR ini dijadwalkan akan dilakukan secara bertahap, dengan target paling lambat satu minggu sebelum perayaan Idul Fitri, yaitu antara H-14 hingga H-7. Langkah ini diambil untuk memastikan para pengemudi dapat memanfaatkan bonus tersebut dalam persiapan menyambut hari raya.
Pemerintah, melalui koordinasi intensif antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan para aplikator, telah mendapatkan komitmen kuat dari perusahaan-perusahaan penyedia layanan ojol. Total anggaran yang disiapkan untuk bonus hari raya kali ini diperkirakan mencapai Rp 220 miliar secara nasional, yang akan didistribusikan kepada sekitar 850.000 mitra pengemudi.
Salah satu poin penting yang patut disoroti adalah kenaikan signifikan dalam jumlah anggaran BHR tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa ada peningkatan dua kali lipat dari komitmen yang diberikan oleh beberapa aplikator besar.
Secara ringkas, data terkait BHR Ojol 2026 adalah sebagai berikut:
Besaran THR atau BHR yang diterima oleh setiap pengemudi ojek online tidaklah seragam, melainkan dihitung berdasarkan kinerja dan pendapatan individu masing-masing. Kemenaker telah mengeluarkan aturan terbaru yang umumnya menetapkan besaran bonus sebesar 20% dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir.
Untuk pengemudi dengan masa kerja 12 bulan penuh:
THR = 20% × Rata-rata Pendapatan Bersih Bulanan
Contoh: Jika rata-rata pendapatan bersih bulanan adalah Rp 4.000.000, maka THR yang diterima adalah Rp 800.000.
Untuk pengemudi dengan masa kerja kurang dari 12 bulan:
THR = 20% × Rata-rata Pendapatan Bersih Bulanan × (Jumlah Bulan Kerja / 12)
Contoh: Jika pengemudi bekerja selama 6 bulan dengan rata-rata pendapatan bersih bulanan Rp 4.000.000, maka THR yang diterima adalah 20% × Rp 4.000.000 × (6/12) = Rp 400.000.
Meskipun ada rumus umum, setiap platform aplikasi ojol mungkin memiliki kriteria tambahan yang disesuaikan dengan kebijakan internal mereka untuk menentukan besaran bonus. Beberapa faktor yang umum diperhitungkan meliputi:
Contoh perhitungan berdasarkan kategori kinerja:
Gojek:
Grab dan InDrive: Kedua platform ini juga menerapkan rumus serupa yang disesuaikan dengan kinerja. Sebagai ilustrasi, Grab dapat memberikan bonus sekitar Rp 700.000 bagi pengemudi dengan rata-rata pendapatan Rp 3.500.000 per bulan.
Pemberian BHR bagi pengemudi ojol tidak hanya sebatas komitmen aplikator, tetapi juga diperkuat dengan landasan hukum melalui Surat Edaran (SE) Nomor M/4/HK.04.00/III/2026 tentang Pemberian Bonus Hari Raya Keagamaan Tahun 2026 bagi Pengemudi dan Kurir pada Layanan Angkutan Berbasis Aplikasi atau Ojek Online.
Menteri Ketenagakerjaan menekankan bahwa surat edaran ini bertujuan untuk memberikan kepastian dan apresiasi kepada para pengemudi dan kurir online, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas mereka. Pemerintah menghimbau seluruh perusahaan penyelenggara layanan angkutan berbasis aplikasi untuk mematuhi ketentuan ini.
Poin-poin penting yang ditekankan dalam SE tersebut meliputi:
Pemberian BHR Keagamaan ini juga tidak serta-merta menghilangkan dukungan kesejahteraan lain yang telah diberikan oleh perusahaan aplikasi kepada para pengemudi dan kurir, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…