Setelah dua dekade lebih terpisah, penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan, yang akrab disapa Denada, akhirnya bertemu kembali dengan putra kandungnya, Ressa Rossano. Pertemuan emosional ini menjadi penutup konflik keluarga yang sempat menjadi sorotan publik di awal tahun 2026. Momen perdana ini tidak hanya diwarnai tangis haru, tetapi juga menjadi ajang Denada untuk memberikan klarifikasi mendalam mengenai kondisi psikisnya di masa lalu dan membantah tuduhan penelantaran anak.
Kisah pilu ini bermula ketika Ressa Rossano, yang kini berusia 24 tahun, melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi terkait dugaan penelantaran anak. Namun, ketegangan yang sempat mewarnai perseteruan tersebut kini mereda seiring dengan pengakuan terbuka Denada yang menyatakan Ressa adalah darah dagingnya.
Manajer Denada, Risna Ories, menceritakan bahwa pertemuan antara ibu dan anak yang terpisah selama 24 tahun ini berlangsung dengan penuh emosi. Keduanya tidak mampu menahan air mata saat akhirnya bisa saling melepas rindu setelah sekian lama tidak bertatap muka secara langsung.
“Alhamdulillah, mereka sangat bahagia. Saling mencurahkan perasaan, sedikit-sedikit memeluk, dan terus bertatapan sambil menangis haru,” ungkap Risna.
Bagi Denada, momen ini menjadi titik balik yang sangat penting untuk melepaskan beban batin yang selama ini ia pendam. “Dena merasa sangat lega. Ini adalah beban yang disimpan bertahun-tahun dan akhirnya bisa rilis,” tambah Risna, menggambarkan kelegaan yang dirasakan sang penyanyi.
Terkait dengan tudingan penelantaran yang sempat beredar, Denada memberikan bantahan tegas dalam sebuah podcast. Ia menjelaskan bahwa meskipun tidak dapat membesarkan Ressa secara langsung sejak bayi karena kondisi psikisnya yang belum stabil pada saat itu, ia tidak pernah lepas dari tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.
“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya. Saya minta maaf karena Ressa tidak hidup bersama saya sejak bayi,” ujar Denada.
Denada menekankan bahwa ia secara rutin tetap mengirimkan biaya hidup dan pendidikan untuk Ressa. Penyaluran dana ini dilakukan melalui bantuan ibundanya, Emilia Contessa.
Ressa Rossano baru mengetahui identitas aslinya sebagai putra Denada saat ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Sejak berusia 10 hari, Ressa diasuh oleh Ratih Puspita Dewi di Banyuwangi. Awalnya, Ressa mengira Ratih adalah ibu kandungnya, hingga akhirnya kebenaran tentang hubungan darahnya dengan Denada terungkap.
Dengan dimulainya komunikasi yang baik antara Denada dan Ressa, publik kini berharap agar hubungan ibu dan anak ini dapat kembali harmonis sepenuhnya, tanpa perlu melalui proses hukum lebih lanjut. Pertemuan ini menjadi awal baru yang penuh harapan untuk rekonsiliasi keluarga.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…
Kecelakaan Bus DAMRI di Kalimantan Barat Sebuah kecelakaan tunggal terjadi pada bus DAMRI jurusan Sintang-Pontianak…