Banjir Ulujadi Lumpuhkan Akses Palu-Donggala

Banjir Bandang Terjang Palu Barat, Akses Terputus dan Listrik Padam

Palu, Sulawesi Tengah – Hujan deras yang mengguyur Kota Palu sejak pagi hingga sore hari pada Selasa, 3 Maret 2026, tak pelak menimbulkan genangan air yang cukup parah. Kali ini, dua kelurahan di wilayah Palu Barat, yakni Kelurahan Wana dan Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, menjadi daerah yang paling terdampak. Sekitar pukul 16.30 Wita, banjir bandang menerjang kedua wilayah tersebut, menyebabkan kepanikan dan berbagai kendala bagi warga setempat.

Kondisi geografis yang cenderung datar di beberapa bagian kelurahan tersebut, ditambah dengan intensitas hujan yang tinggi, membuat air dengan cepat meluap dan merendam permukiman warga. Akibatnya, aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu secara signifikan.

Bacaan Lainnya

Dampak Luas Banjir di Kelurahan Wana dan Watusampu

Banjir yang terjadi tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menimbulkan dampak serius pada infrastruktur dan aksesibilitas. Salah satu dampak paling terasa adalah terputusnya arus lalu lintas di kedua kelurahan tersebut. Jalan-jalan utama yang menghubungkan Wana dan Watusampu dengan area sekitarnya kini tidak dapat dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Kondisi ini membuat warga di kedua kelurahan tersebut terisolir. Mereka kesulitan untuk keluar mencari kebutuhan pokok, menghubungi keluarga di luar wilayah, atau bahkan mengakses layanan darurat jika diperlukan. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri di tengah masyarakat yang sedang berjuang menghadapi bencana alam ini.

Selain terputusnya akses jalan, musibah banjir ini juga menyebabkan pemadaman listrik di Kelurahan Wana dan Watusampu. Gelap gulita menyelimuti kedua wilayah tersebut, menambah ketidaknyamanan dan kekhawatiran warga yang sedang berusaha menyelamatkan harta benda mereka dari terjangan banjir. Pemadaman listrik ini juga menghambat upaya komunikasi dan koordinasi antarwarga maupun dengan pihak terkait.

Wilayah Terdampak dan Upaya Penanganan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan bahwa beberapa titik di Kelurahan Watusampu mengalami genangan air yang cukup tinggi. Wilayah terdampak meliputi Jalan Poros Palu-Donggala, serta kawasan sekitar PT Barokah dan PT RK, yang merupakan perusahaan galian C. Keberadaan perusahaan-perusahaan ini di dekat area yang terdampak banjir menunjukkan potensi risiko yang lebih besar, baik dari segi kerusakan infrastruktur maupun potensi bahaya material.

Terlihat di lokasi, antrean kendaraan mengular di area yang terdampak banjir, menunjukkan betapa parahnya kemacetan yang ditimbulkan. Warga setempat, dengan semangat gotong royong yang tinggi, segera berinisiatif membersihkan material yang menghalangi jalan. Beberapa alat berat turut dikerahkan untuk membantu percepatan pembersihan dan pemulihan akses.

Tindakan BPBD dan Kondisi Terkini

Saat ini, pihak BPBD Sulawesi Tengah bersama dengan tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Palu tengah bekerja keras melakukan pendataan. Fokus utama pendataan adalah untuk mengidentifikasi jumlah pengungsi yang membutuhkan tempat berlindung aman, serta memastikan tidak ada korban jiwa akibat musibah banjir ini. Selain itu, tim assessment juga dikerahkan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan yang dialami oleh permukiman warga dan infrastruktur lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi akses di Jalan Poros Palu-Donggala masih terhambat. Demikian pula, akses jalan di Kelurahan Wana juga dilaporkan belum dapat dilalui. Upaya pemulihan akses dan penanganan darurat terus dilakukan secara intensif oleh berbagai pihak yang terlibat. Warga diharapkan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas penanggulangan bencana.

Banjir ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim dan bencana alam, serta perlunya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.

Pos terkait