Tangis Bayi di Gerobak Nasi Uduk Gegerkan Pasar Minggu, Ditemukan Hidup dalam Tas Hitam

Bayi Perempuan Ditemukan Hidup di Gerobak Nasi Uduk, Diduga Ditelantarkan

Jakarta Selatan – Sebuah penemuan yang menyentuh hati terjadi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa sore (3/3/2026). Seorang bayi perempuan mungil ditemukan dalam kondisi hidup di dalam sebuah gerobak nasi uduk. Kejadian ini sontak menarik perhatian warga dan pihak kepolisian setempat.

Peristiwa ini bermula sekira pukul 17.30 WIB ketika seorang warga berinisial D (20) mendengar suara tangisan bayi dari lantai dua rumahnya yang berlokasi di Jalan Pejaten Raya RT 010/002, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu. Penasaran dengan sumber suara tersebut, D kemudian melakukan pencarian.

Bacaan Lainnya

Upaya pencarian tersebut membawanya kepada sebuah gerobak nasi uduk yang terparkir di depan rumah warga. Di dalam gerobak itulah, D menemukan sebuah tas belanja berwarna hitam. Betapa terkejutnya ia ketika membuka tas tersebut dan mendapati sesosok bayi perempuan di dalamnya.

Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan mengenakan pakaian bermotif boneka beruang berwarna biru dan diselimuti selimut bayi bergambar kartun. Keberadaan bayi ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar.

Isi Tas dan Pesan Misterius

Lebih lanjut, saat diperiksa, tas belanja yang berisi bayi itu juga ditemukan sejumlah perlengkapan bayi. Barang-barang tersebut meliputi:

  • Susu formula
  • Tisu basah
  • Sarung tangan bayi
  • Secarik kertas berisi pesan

Keberadaan secarik kertas inilah yang kemudian menjadi petunjuk awal bagi pihak kepolisian.

Laporan penemuan bayi ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib. Sekitar pukul 17.43 WIB, laporan tersebut diterima oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Pasar Minggu. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, beserta jajarannya langsung menuju lokasi kejadian.

“Kami menerima informasi adanya penemuan bayi di dalam gerobak nasi uduk. Setelah dilakukan pengecekan, benar ditemukan seorang bayi perempuan dalam keadaan hidup,” ujar Kompol Anggiat Sinambela dalam keterangannya pada Rabu (4/3/2026).

Perkiraan Usia dan Kondisi Bayi

Berdasarkan isi pesan yang tertulis di secarik kertas yang ditemukan bersama bayi, diperkirakan bayi tersebut berusia sekitar dua hari. Saat ditemukan, kondisi bayi dilaporkan masih hidup, aktif bergerak, dan menangis.

“Bayi perempuan tersebut dalam keadaan hidup, masih bergerak gerak dan menangis, kemudian bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia 2 hari berdasarkan tulisan pada kertas yang dituliskan diduga oleh seseorang bernama Zidan yang diduga dengan sengaja menelantarkan bayi perempuan tersebut,” jelas Kompol Anggiat.

Surat tersebut diduga ditulis oleh seseorang bernama Zidan, yang mengindikasikan adanya dugaan penelantaran bayi secara sengaja.

Penanganan Medis dan Penyelidikan Lanjutan

Setelah penemuan dan pemeriksaan awal di lokasi, bayi perempuan tersebut segera dibawa ke Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif. Proses evakuasi dan penanganan medis dilakukan sekira pukul 19.55 WIB.

Saat ini, bayi tersebut masih berada di bawah perawatan tim medis. Pihak kepolisian dari Polsek Pasar Minggu bersama unsur Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), pihak kelurahan, dan tenaga medis terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi kesehatan bayi.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam penanganan dan perlindungan terhadap bayi tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan terkait dugaan penelantaran bayi ini masih terus berlangsung. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang meninggalkan bayi tersebut. Rekaman CCTV di sekitar lokasi sedang kami dalami,” ungkap Kompol Anggiat.

Upaya ini dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga menelantarkan bayi mungil tersebut dan memproses hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial dan penanganan yang tepat terhadap bayi yang membutuhkan perlindungan.

Pos terkait