Andi Harun Pastikan Terminal BBM Palaran Atasi Kelangkaan di Samarinda

Penguatan Ketahanan Energi Samarinda: Terminal Bahan Bakar Terpadu Palaran Segera Terwujud

Samarinda kini berada di ambang era baru dalam penguatan ketahanan energi. Proyek pembangunan Terminal Terpadu Palaran untuk bahan bakar minyak (BBM) telah mendapat kepastian setelah melalui proses panjang yang memakan waktu bertahun-tahun. Kepastian ini diungkapkan dalam sebuah audiensi antara perwakilan PT Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, yang diselenggarakan baru-baru ini.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa rencana pembangunan fasilitas vital ini bukanlah hal baru. Ia mengenang kembali periode tahun 2021–2022, ketika isu kelangkaan BBM sempat meresahkan masyarakat. Kala itu, kebutuhan akan fasilitas penyimpanan dan distribusi BBM yang lebih mandiri di Samarinda menjadi semakin mendesak.

Bacaan Lainnya

“Terutama di kota Samarinda dan sekitarnya, maka diperlukan pengolahan atau diperlukan terminal khusus yang berada di wilayah Samarinda. Tidak lagi mengandalkan satu-satunya model pengiriman dari Balikpapan atau dari daerah lain,” jelas Andi Harun pada Selasa, 3 Maret 2026.

Strategi Penguatan Pasokan Energi Lokal

Keberadaan fuel terminal di Samarinda dipandang sebagai langkah strategis yang krusial. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan distribusi BBM dari Balikpapan maupun daerah lain, sekaligus memperkuat pasokan energi bagi masyarakat Samarinda dan wilayah sekitarnya di masa mendatang. Andi Harun mengakui bahwa proses untuk mencapai kepastian pembangunan ini memang memakan waktu yang cukup lama.

Proses perizinan lokasi proyek ini telah diterbitkan sejak tahun 2021. Sejak saat itu, Pemkot Samarinda terus secara aktif meminta konfirmasi kepada pihak Patra Niaga mengenai kelanjutan dari proyek strategis ini.

“Alhamdulillah setelah sekian lama hingga sekarang 2026, lumayan sangat panjang. Tapi kita bersyukur karena akhirnya dipastikan bahwa di Samarinda akan dibangun fuel terminal untuk BBM kita di Samarinda dan sekitarnya,” ungkapnya dengan nada lega.

Tahapan Pembangunan dan Target Waktu

Secara konstruksi, proyek pembangunan Terminal Terpadu Palaran ini diperkirakan akan segera memasuki tahap persiapan. Pihak Patra Niaga akan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan konstruksi. Target penyelesaian konstruksi diproyeksikan dalam kurun waktu sekitar dua tahun. Jika semua berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik terminal ini diharapkan rampung pada awal tahun 2028.

Untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, Wali Kota Samarinda telah mengambil langkah proaktif dengan mengumpulkan perangkat daerah terkait. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjadi salah satu instansi yang dilibatkan secara intensif. Fokus utama keterlibatan Pemkot adalah untuk mengawal aspek site plan atau rencana lokasi, serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Urusan di pemerintah kota itu lebih pada perizinan di PBG-nya dan side plan-nya. Selebihnya tinggal sosialisasi ke masyarakat,” papar Andi Harun, menjelaskan peran Pemkot dalam proyek ini.

Lokasi Strategis dan Harapan Dukungan Masyarakat

Dari sisi penataan ruang, Andi Harun menilai bahwa lokasi pembangunan fuel terminal di kawasan Palaran tidak akan menimbulkan konflik sosial. Hal ini dikarenakan Palaran secara umum merupakan kawasan industri, bukan area permukiman padat penduduk. Pemilihan lokasi ini diharapkan dapat meminimalkan potensi gesekan dengan masyarakat.

Orang nomor satu di Samarinda ini menyampaikan harapan besar agar masyarakat, khususnya para warga Kecamatan Palaran, dapat memberikan dukungan penuh terhadap investasi strategis ini. Dukungan masyarakat dinilai sangat penting demi kelancaran dan keberhasilan proyek yang diharapkan membawa dampak positif.

“Ya kita berharap dan berdoa ini banyak memberi manfaat kepada masyarakat di masa yang datang,” pungkasnya, menutup pernyataan mengenai proyek yang sangat dinantikan ini.

Pembangunan Terminal Terpadu Palaran ini bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan sebuah tonggak penting dalam upaya Samarinda untuk mencapai kemandirian dan ketahanan energi yang lebih baik. Dengan pasokan yang lebih terjamin dan distribusi yang lebih efisien, masyarakat Samarinda diharapkan akan merasakan manfaatnya secara langsung di masa depan.

Pos terkait