Membuka Isolasi Tiga Dekade: Proyek Jalan Demta-Muaif Rampung 2026, Dongkrak Ekonomi Papua
Harapan masyarakat di Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, untuk memiliki akses transportasi darat yang memadai kini semakin dekat dengan kenyataan. Pembangunan jalan poros Demta-Muaif, sebuah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, ditargetkan akan selesai dan tersambung secara permanen pada tahun 2026. Proyek monumental ini diharapkan tidak hanya mengakhiri keterisolasian wilayah yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, tetapi juga menjadi katalisator utama dalam mendongkrak potensi ekonomi lokal, khususnya di sektor perikanan dan pariwisata.
Jalan yang menghubungkan Kampung Ambora, Tarfia, dan Muaif ini memiliki sejarah panjang terkait kondisinya yang memprihatinkan. Tercatat, jalur utama ini terakhir kali mendapatkan perbaikan berupa pengaspalan pada tahun 1994. Sejak saat itu, kerusakan jalan yang semakin parah menyebabkan akses transportasi menjadi terbengkalai, mengisolasi warga pesisir dari dunia luar dan menghambat berbagai aktivitas ekonomi serta sosial.
Aspirasi Panjang Terjawab: Pengerjaan Fisik Dimulai
Kepala Kampung Kamdera, Silas Taurui, mengungkapkan rasa syukurnya atas dimulainya pengerjaan fisik proyek jalan ini sejak Januari 2026. Menurutnya, pembangunan jalan ini merupakan jawaban atas aspirasi panjang masyarakat yang telah berulang kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di berbagai tingkatan pemerintahan.
“Jalan ini adalah jawaban bagi kami setelah sekian lama berjuang menyampaikan keluhan melalui berbagai tingkatan pemerintah,” ujar Silas saat menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura di Kampung Kamdera pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Silas menggambarkan betapa memprihatinkannya kondisi jalan tersebut sebelum adanya perbaikan. Lubang-lubang dalam yang menghiasi badan jalan membuat perjalanan darat terasa seperti menerjang ombak besar di tengah lautan. Kondisi ini jelas sangat menghambat mobilitas warga, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan aktivitas ekonomi pesisir lainnya.
“Kondisi sebelumnya mirip gelombang laut, namun sekarang kami optimis jualan masyarakat lebih laku dan sektor pariwisata akan semakin ramai,” ungkap Silas dengan penuh harap.
Pengawasan Ketat untuk Kualitas dan Ketahanan
Menanggapi pentingnya proyek ini, Wakil Ketua I DPRK Jayapura, Piet Hariyanto Soyan, menegaskan komitmen untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh proses pembangunan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kualitas aspal yang digunakan serta ketahanan infrastruktur yang dibangun benar-benar optimal dan tahan lama.
Piet mengingatkan pihak kontraktor pelaksana agar tidak memaksakan penggunaan alat berat melintasi jembatan yang kondisinya masih rapuh sebelum dilakukan perbaikan struktur dasar yang memadai.
“Kontraktor harus memperhatikan kekuatan jembatan dan timbunan supaya hasil pekerjaan ini benar-benar mumpuni dan tahan lama,” tegas Piet.
Proyek jalan poros Demta-Muaif ini memiliki panjang keseluruhan delapan kilometer. Dengan rampungnya proyek ini, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam arus barang dan jasa, serta mobilitas masyarakat.
Potensi Ekonomi yang Terbuka Lebar
Pembangunan jalan ini diproyeksikan akan membuka potensi ekonomi yang selama ini terpendam di wilayah Demta dan sekitarnya.
- Sektor Perikanan: Akses yang lebih lancar akan memudahkan para nelayan untuk membawa hasil tangkapan mereka ke pasar, baik di dalam daerah maupun ke luar daerah. Hal ini berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan dan ketersediaan pasokan ikan segar bagi masyarakat.
- Sektor Pariwisata: Keindahan alam pesisir Papua yang belum banyak terjamah kini akan lebih mudah dijangkau oleh wisatawan. Infrastruktur yang memadai akan mendukung pengembangan destinasi wisata baru, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Konektivitas Antar-Kampung: Selain membuka isolasi, jalan ini juga akan mempererat hubungan dan interaksi antar-kampung, memfasilitasi pertukaran informasi, budaya, dan sumber daya.
Pemerintah daerah, melalui koordinasi intensif dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), berkomitmen penuh untuk mengawal setiap tahapan pengerjaan proyek ini.
Aspirasi Tambahan dan Harapan Masa Depan
DPRK Jayapura juga mencatat dan akan menampung aspirasi tambahan dari masyarakat terkait sisa akses sepanjang tiga kilometer menuju Kampung Tarfia yang saat ini belum masuk dalam paket pengerjaan. Pihak legislatif akan berupaya mencari solusi agar keseluruhan akses dapat segera terwujud.
“Keberhasilan proyek ini semoga mengakhiri ketertinggalan infrastruktur di wilayah pembangunan Dapil V Kabupaten Jayapura,” tandas Piet, menutup pernyataannya dengan harapan besar akan kemajuan yang dibawa oleh proyek ini.
Pembangunan jalan poros Demta-Muaif ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Ia adalah simbol harapan, pembuka jalan menuju kemakmuran, dan bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk melayani seluruh lapisan masyarakat, bahkan di wilayah yang paling terpencil sekalipun. Dengan target rampung pada 2026, masyarakat Demta dan sekitarnya dapat menantikan era baru konektivitas dan kesejahteraan.







