MALTENG – Sejak gedung baru DPRD Kabupaten Maluku Tengah resmi digunakan pada Agustus 2025, suasana di Jalan RA Kartini, tempat kantor megah berlantai empat itu berdiri, kerap kali diselimuti kesepian. Pantauan yang dilakukan selama periode Januari hingga Februari 2026 mengungkap fakta yang cukup memprihatinkan: dari total 40 anggota legislatif (Aleg) yang seharusnya mengemban amanah rakyat, hanya sekitar setengahnya yang menunjukkan kehadiran rutin di kantor.
Gedung yang menelan anggaran fantastis ini, yang pembangunannya rampung pada tahun 2022, seharusnya menjadi pusat aktivitas para wakil rakyat. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa sebagian besar ruang kerja anggota DPRD masih kosong melompong, belum terisi bahkan setelah gedung tersebut resmi digunakan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai dedikasi dan tanggung jawab para wakil rakyat terhadap konstituen mereka.
Periode masa jabatan 2024-2029, yang dimulai dengan pelantikan 40 anggota DPRD pada September 2024, telah berjalan selama lebih dari satu tahun lima bulan. Namun, berdasarkan pengamatan yang dilakukan, hanya segelintir anggota legislatif yang terlihat aktif berkantor. Kehadiran mereka biasanya terkait dengan agenda rapat resmi atau kebutuhan konfirmasi pemberitaan dari awak media.
Meskipun mayoritas absen, terdapat beberapa anggota legislatif yang secara konsisten terlihat di kantor DPRD Maluku Tengah. Kehadiran mereka tersebar di berbagai daerah pemilihan (Dapil) dan fraksi, menunjukkan bahwa semangat pengabdian masih ada pada sebagian kecil wakil rakyat ini.
Berikut adalah daftar anggota legislatif yang terpantau aktif berkantor selama periode Januari hingga Februari 2026:
Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Hery Men Carl Haurissa, yang juga merupakan politisi dari Partai Gerindra, sebelumnya telah menegaskan pentingnya memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. “Tidak ada alasan bagi anggota DPRD untuk tidak berkantor karena masing-masing sudah punya ruangan,” tegasnya pada Selasa, 26 Agustus 2025. Ia menekankan bahwa bangunan megah empat lantai ini dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, termasuk ruangan khusus untuk semua anggota DPRD, baik perorangan maupun kelompok fraksi dan komisi.
Menurut Haurissa, ketersediaan fasilitas ini seharusnya mendorong setiap anggota dewan untuk aktif dan hadir di kantor setiap saat. Pernyataan ini mencerminkan harapan besar terhadap optimalisasi penggunaan gedung baru sebagai pusat kegiatan legislatif yang efektif. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan sebaliknya, menimbulkan pertanyaan apakah anggota legislatif telah menyadari dan melaksanakan tanggung jawab mereka seutuhnya.
Kondisi sepinya kantor DPRD Maluku Tengah ini menjadi refleksi penting bagi masyarakat untuk terus mengawasi kinerja para wakil mereka. Keberadaan gedung megah seharusnya dibarengi dengan kehadiran dan aktivitas nyata yang mencerminkan dedikasi terhadap tugas dan fungsi legislatif, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Maluku Tengah.
JAKARTA — Seorang pendiri sekaligus ketua perusahaan chip daya, Epiworld International, berhasil menjadi miliarder setelah…
Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi yang Mengubah Dinamika Pasar PT Pertamina (Persero) akhirnya mengumumkan penyesuaian…
Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Shalat Dzikir setelah salat menjadi amalan yang dianjurkan setelah melaksanakan…
Peningkatan Kunjungan ke Perpustakaan Umum Kota Denpasar Kunjungan ke Perpustakaan Umum Kota Denpasar, yang berada…
Kondisi MH, Korban Penganiayaan yang Mulai Pulih Secara Fisik Kondisi MH (12), siswa kelas 6…
JAKARTA - Agung Sedayu Group (ASG) bekerja sama dengan AYO Indonesia menyelenggarakan turnamen padel pertama…