Gotong Royong Wae Lolos: Langgo-Werang Bersatu

Longsor yang menutup akses jalan di jalur Langgo–Werang, tepatnya di area Toto Ninu, Dusun Rangat, Desa Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, memicu aksi gotong royong antara warga dan pemerintah setempat. Pada hari Sabtu (24/1), warga bahu-membahu membersihkan material longsor sembari menunggu kedatangan alat berat.

“Hari ini, warga dan Pemerintah Desa terjun langsung ke lokasi di area Toto Ninu. Kami bergotong royong membersihkan material sekuat tenaga sambil menunggu alat berat tiba,” ujar Alan, seorang warga yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Camat Sano Nggoang, Alfonsius Arfon, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif warga. Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah dilakukan secara intensif sejak survei lokasi pada hari Jumat.

“Langkah strategis ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas dan konektivitas dari dan menuju ibu kota kecamatan. Tim teknis sudah melakukan survei kemarin, dan hari ini alat berat mulai digeser dari Lara menuju Rangat,” terang Alfonsius.

Kedatangan alat berat sangat diharapkan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor yang volumenya cukup besar dan sulit ditangani secara manual. Jalur Langgo–Werang memegang peranan vital sebagai jalur transportasi utama yang menghubungkan wilayah tersebut.

Pemerintah terus mengimbau warga untuk tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan selama proses gotong royong berlangsung. Kondisi tanah di sekitar tebing jalan masih labil dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.

Kegiatan pembersihan dilakukan warga dengan peralatan seadanya seperti cangkul, sambil menunggu kedatangan alat berat dari Dinas PU Kabupaten Manggarai Barat yang sedang dalam perjalanan dari titik Lara.

Berikut poin-poin penting terkait upaya penanganan longsor di jalur Langgo-Werang:

  • Gotong Royong Warga dan Pemerintah: Kolaborasi antara warga dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam penanganan awal longsor.

    • Warga secara sukarela membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya.
    • Pemerintah desa memberikan dukungan logistik dan koordinasi.
  • Koordinasi dengan Dinas PU: Pemerintah kecamatan berkoordinasi intensif dengan Dinas PU untuk mendatangkan alat berat.

    • Survei lokasi telah dilakukan untuk menentukan strategi penanganan yang tepat.
    • Alat berat didatangkan dari lokasi terdekat untuk mempercepat proses pembersihan.
  • Prioritas Keselamatan: Pemerintah mengimbau warga untuk selalu mengutamakan keselamatan selama proses pembersihan.

    • Kondisi tanah yang labil menjadi perhatian utama.
    • Warga diminta untuk berhati-hati dan menghindari area yang berpotensi longsor.
  • Urat Nadi Transportasi: Jalur Langgo–Werang merupakan jalur vital bagi konektivitas wilayah Sano Nggoang.

    • Penutupan jalur akibat longsor mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
    • Pembukaan kembali jalur ini menjadi prioritas utama.
  • Keterbatasan Peralatan: Warga membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan alat berat.

    • Keterbatasan peralatan menjadi kendala dalam mempercepat proses pembersihan.
    • Kedatangan alat berat sangat diharapkan untuk menangani material longsor dalam skala besar.

Masyarakat berharap agar jalur Langgo-Werang dapat segera dibuka kembali sehingga aktivitas transportasi dan perekonomian dapat kembali normal. Pemerintah daerah terus berupaya untuk mempercepat proses penanganan longsor dan memastikan keselamatan warga.

Pos terkait