Categories: Local

Santri Temukan Jasad Bayi Dekat Pesantren Kalukku

Penemuan Menggegerkan: Jasad Diduga Bayi Ditemukan di Dekat Pondok Pesantren Mamuju

Mamuju, Sulawesi Barat – Suasana tenang di Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, mendadak terusik oleh penemuan mengejutkan pada Selasa pagi, 17 Februari 2026. Warga setempat digegerkan dengan ditemukannya sesosok jasad yang diduga kuat merupakan bayi manusia di area sekitar pondok pesantren. Penemuan ini sontak menimbulkan kepanikan dan rasa ingin tahu yang besar di kalangan penduduk.

Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang santri bernama Muh Akbar saat ia tengah melaksanakan kegiatan kerja bakti rutin di lingkungan luar pagar pondok pesantren. Kejadian ini bermula ketika Akbar, dalam menjalankan tugas kebersihannya, mencium aroma yang sangat menyengat dan tidak sedap dari salah satu sudut area.

Merasa curiga dengan bau yang tidak biasa tersebut, Akbar kemudian berinisiatif untuk mencari sumber asalnya. Rasa penasarannya membawanya menyusuri sumber bau hingga akhirnya ia menemukan sesuatu yang mengerikan. Di titik asal bau tersebut, Akbar mendapati sesosok jasad yang menyerupai bayi manusia dalam kondisi yang memprihatinkan.

Kapolsek Kalukku, Iptu Hamading, membenarkan adanya penemuan tragis ini. Beliau menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari warga setelah aroma tidak sedap tersebut semakin menyebar dan mengganggu kenyamanan penduduk di sekitar lokasi kejadian. Laporan resmi diterima pada Selasa, 17 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WITA, tak lama setelah jasad tersebut ditemukan oleh Muh Akbar.

“Benar, ditemukan pada hari Selasa tanggal 17 Februari sekitar pukul 09.00 WITA oleh seorang santri bernama Muh Akbar,” ujar Iptu Hamading saat dikonfirmasi pada Rabu, 18 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa tim kepolisian segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut.

Kronologi Penemuan yang Mengerikan

Peristiwa ini bermula dari kegiatan rutin yang seharusnya membawa kebaikan dan kebersihan bagi lingkungan pondok pesantren. Muh Akbar, sebagai salah satu santri, ditugaskan untuk melakukan kerja bakti atau korve di area luar pagar sekolah. Lingkungan yang biasanya tenang dan damai ini berubah menjadi saksi bisu dari penemuan yang menggemparkan.

Saat Akbar sedang fokus membersihkan area tersebut, indra penciumannya menangkap bau yang sangat menusuk dan tidak lazim. Bau tersebut terasa berbeda dari sampah biasa atau bau alamiah lainnya. Karena tidak dapat mengabaikan bau yang semakin kuat, Akbar memutuskan untuk mencari tahu sumbernya.

Perjalanan pencariannya membawanya ke sebuah titik di dekat pagar pesantren. Di sanalah, ia menemukan apa yang ia curigai sebagai jasad bayi. Kondisinya yang ditemukan pun membuat Akbar terkejut dan terguncang.

“Setelah dicek, ternyata benda tersebut menyerupai bayi manusia,” ungkap Iptu Hamading, mengonfirmasi temuan awal dari santri tersebut.

Tindakan Kepolisian dan Penyelidikan Lanjutan

Setelah penemuan tersebut, warga dan pihak pesantren segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Tim dari Polsek Kalukku segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan area dan melakukan pemeriksaan awal. Jasad diduga bayi tersebut kemudian dievakuasi untuk keperluan identifikasi lebih lanjut.

Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas jasad tersebut, penyebab kematiannya, serta siapa pelaku yang tega membuangnya di lokasi tersebut. Berbagai kemungkinan sedang dipertimbangkan, termasuk kemungkinan adanya tindak pidana yang berkaitan dengan pembuangan bayi.

Penyelidikan ini akan melibatkan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk Muh Akbar yang pertama kali menemukan jasad, serta pengumpulan bukti-bukti di lokasi kejadian. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan otopsi guna memastikan penyebab dan waktu kematian jasad bayi tersebut.

Kejadian ini tentu saja menimbulkan kesedihan dan keprihatinan mendalam bagi masyarakat Mamuju, khususnya warga Kelurahan Bebanga. Diharapkan agar pelaku dapat segera ditemukan dan pertanggungjawaban hukum dapat ditegakkan. Selain itu, kasus ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran sosial dan penanganan masalah kehamilan yang tidak diinginkan secara bertanggung jawab.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

2 hari ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

2 hari ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

2 hari ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

2 hari ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

2 hari ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

2 hari ago