Kasus dugaan perzinaan yang menyeret nama selebgram Inara Rusli dan Insanul Fahmi kini memasuki babak baru yang signifikan. Peningkatan status perkara ke tahap penyidikan oleh pihak kepolisian menjadi titik penting yang disambut dengan haru oleh pelapor, Wardatina Mawa. Perkembangan ini menandakan bahwa aparat penegak hukum telah menemukan indikasi kuat adanya unsur pidana yang memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Wardatina Mawa, yang sebelumnya sempat menahan emosi, tak kuasa membendung air mata saat mendengar kabar terbaru mengenai laporannya. Tangis haru pecah dari wanita berusia 26 tahun ini, mencerminkan beban emosional dan tekanan yang telah ia pendam selama ini. Ia mengaku tidak menyangka proses hukum yang ia ajukan akan berjalan sejauh ini.
“Iya Alhamdulillah sudah naik sidik, ya Allah dari kemarin aku tunggu-tunggu momen ini dan benar-benar terjadi,” ujar Mawa dengan suara bergetar, dikutip dari unggahannya di media sosial pada Selasa malam (17/2/2026). Ungkapan syukur ini juga disertai dengan pengakuan bahwa ia akan membawa bukti tambahan untuk memperkuat laporannya. “Ada bukti tambahan baru,” ungkap Mawa singkat pada 16 Februari 2026.
Peningkatan status perkara ke tahap penyidikan merupakan sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum telah menemukan bukti awal yang dinilai cukup untuk mendalami dugaan unsur pidana dalam kasus ini. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak kepolisian.
“Kasus dengan pelapor WM yang melaporkan IIR dan IF telah ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak 10 Februari 2026. Saat ini perkara ditangani oleh Direktorat PPA PPO Polda Metro Jaya,” terang Andaru saat dihubungi melalui pesan singkat pada Selasa (17/2/2026).
Pihak Mawa sendiri telah diinformasikan bahwa mereka akan segera dipanggil oleh Polda Metro Jaya dalam waktu dekat.
Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, Mawa mengungkapkan bahwa fokus utamanya adalah sang anak, Afnan, yang masih berusia 5 tahun. Ia merasa sedih memikirkan kondisi anaknya yang hanya bisa bergantung padanya.
“Kepikiran sama Afnan di rumah, umurnya masih 5 tahun. Sebenarnya yang paling disedihkan itu dia, karena dia cuman bisa bergantung pada aku, ibunya sendiri,” lanjutnya. Ia pun bersyukur dikaruniai seorang putra yang kelak diharapkan dapat melindunginya. “Alhamdulillah aku dikaruniai anak laki-laki yang ke depan Insya Allah bisa melindungi ibunya,” terangnya.
Wanita berusia 26 tahun ini merasa lega dan bersyukur dapat melewati semua proses hukum yang muncul akibat skandal yang melibatkan suaminya. “Alhamdulillah, i did it, aku bisa melewati semuanya,” ucap Mawa terharu. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengawal kasusnya serta kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan.
“Terima kasih banyak kepada pihak kepolisian yang sudah mengawal kasus aku, terima kasih banyak untuk semua yang sudah support aku. Aku bersyukur banget, titik aku benar-benar ikhlas, Allah benar-benar dikabulkan Allah. Sudah naik sidik artinya apa yang sudah aku laporkan kemarin sudah gelar perkara. Tandanya itu semua sudah terbukti dan sudah benar,” jelas Mawa.
Lebih lanjut, Mawa menyatakan bahwa segala usahanya ini merupakan bentuk dukungan bagi semua perempuan. Ia berharap agar perempuan lain tidak mengalami hal serupa seperti yang ia alami.
Di sisi lain, Insanul Fahmi, yang menjadi sorotan publik karena menikahi Inara Rusli secara siri saat masih berstatus suami sah Wardatina Mawa, kini menunjukkan sikap yang berbeda. Setelah berupaya keras untuk mendapatkan maaf dari Mawa dan mempertahankan rumah tangganya selama tiga bulan tanpa hasil positif, Insanul kini memilih untuk pasrah.
Kuasa hukum Insanul, Tommy Tri Yunanto, menegaskan bahwa kliennya sudah tidak lagi berharap keras untuk berdamai dengan Mawa. “Insan sudah tidak mengharapkan (berdamai dengan Mawa) terlalu keras. Biarkan ini berjalan saja,” tegas Tommy, dikutip dari YouTube Intens Investigasi pada Senin (16/2/2026).
Insanul sendiri menyatakan bahwa ia sudah tidak lagi mengejar Mawa dan memilih untuk ikhlas dengan kelanjutan rumah tangganya yang telah dibina selama tujuh tahun. Meskipun demikian, ia tetap membuka ruang jika Mawa ingin bertemu dengannya.
“Waktu 3 bulan ini sudah berjalan (mengusahakan damai). Masuk ke 4 bulan, Insanul bilang ‘kalau tidak ada respons yang baik untuk bisa ketemu dan ngobrol, kalau mau lanjut ya lanjut, kalau stop ya stop’. Insanul masih membuka ruang (damai) tapi sudah tidak mengejar lagi. Artinya sudah pasif,” jelas Tommy lebih lanjut.
Saat ini, pihak Insanul memilih untuk fokus pada kelanjutan proses hukum yang akan dihadapi. Keputusan ini menandakan akhir dari upaya mediasi dan dimulainya tahapan baru dalam penyelesaian kasus ini melalui jalur hukum.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…