Insiden tragis yang menimpa kapal penumpang KM Intim Teratai di perairan Makian Barat baru-baru ini telah menimbulkan keprihatinan mendalam dan memicu seruan untuk evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan transportasi laut di wilayah Maluku Utara. Salah satu suara yang paling vokal dalam menyikapi peristiwa ini datang dari Muksin Amrin, Anggota Komisi III DPRD Maluku Utara. Ia menekankan perlunya pengawasan yang jauh lebih ketat terhadap operasional kapal, khususnya terkait dengan kapasitas penumpang yang diangkut.
Muksin Amrin menegaskan bahwa kejadian kecelakaan KM Intim Teratai seharusnya menjadi sebuah catatan peringatan penting bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan transportasi laut, mulai dari operator kapal hingga pemerintah daerah. Menurut pandangannya, insiden ini secara gamblang menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan evaluasi komprehensif dan memperkuat mekanisme pengawasan terhadap seluruh kapal penumpang yang beroperasi di Maluku Utara. Fokus utama pengawasan tersebut haruslah pada aspek keselamatan pelayaran, yang mencakup berbagai elemen krusial.
“Pemerintah dan seluruh pihak yang mengelola kapal harus segera melakukan evaluasi mendalam. Pengawasan terhadap operasional kapal, terutama mengenai kapasitas penumpang yang tidak boleh sampai melebihi batas daya angkut yang telah ditetapkan, harus diperketat secara signifikan,” tegas Muksin Amrin dalam pernyataannya di Ternate pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sebagai wakil rakyat yang mewakili Daerah Pemilihan Halmahera Selatan, Muksin Amrin juga memberikan penekanan kuat pada pentingnya memastikan kondisi dan kelayakan kapal sebelum diizinkan untuk beroperasi. Ia mengingatkan dengan tegas bahwa kelalaian sekecil apa pun dari pihak pengelola kapal tidak boleh sampai berujung pada jatuhnya korban dari masyarakat yang sejatinya hanya ingin melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
“Kualitas dan kesiapan kapal untuk berlayar harus dipastikan secara benar-benar matang. Jangan sampai masyarakat yang tidak bersalah menjadi korban akibat kelalaian yang seharusnya bisa dicegah oleh para pengelola kapal,” ujarnya dengan nada prihatin.
Lebih lanjut, Muksin Amrin menggarisbawahi bahwa pihak yang bertanggung jawab atas kapal tersebut harus memikul tanggung jawab penuh atas segala konsekuensi dari insiden yang terjadi. Ini termasuk kewajiban untuk memastikan bahwa seluruh hak-hak penumpang yang terdampak, baik itu dalam hal keselamatan, penanganan pasca-kejadian, maupun kompensasi yang semestinya, dapat terpenuhi sepenuhnya.
“Para pengelola kapal tidak boleh lepas tangan begitu saja dalam menghadapi situasi ini. Harus ada kejelasan dan akuntabilitas yang pasti mengenai tanggung jawab mereka atas seluruh kejadian yang menimpa KM Intim Teratai,” tegasnya.
Menghadapi potensi lonjakan penumpang yang kerap terjadi, terutama menjelang musim mudik Lebaran, Muksin Amrin juga menyerukan agar pemerintah melakukan evaluasi total terhadap seluruh sistem tata kelola transportasi laut di Maluku Utara. Ia menekankan bahwa kenyamanan dan keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi.
Menyikapi insiden KM Intim Teratai, desakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi laut di Maluku Utara semakin menguat. Muksin Amrin menguraikan beberapa poin krusial yang perlu menjadi perhatian utama dalam evaluasi tersebut:
Menjelang musim mudik Lebaran, yang diprediksi akan terjadi peningkatan signifikan dalam mobilitas masyarakat, perhatian terhadap keselamatan transportasi laut menjadi semakin krusial. Muksin Amrin menekankan bahwa pengalaman pahit dari insiden KM Intim Teratai seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk memastikan bahwa arus mudik kali ini berjalan dengan aman dan lancar bagi seluruh pemudik.
“Apalagi kita akan segera menghadapi momen penting seperti mudik Lebaran. Di saat seperti ini, lonjakan penumpang pasti akan terjadi. Oleh karena itu, kenyamanan dan keselamatan setiap penumpang harus benar-benar menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan sedikit pun,” tutupnya.
Upaya perbaikan dan pengawasan yang lebih ketat diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan serupa di masa mendatang, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi laut sebagai pilihan perjalanan yang aman dan andal.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…