Sebuah program ragam terbaru dari Disney+, yang berjudul “Battle of Fates,” telah resmi mengudara sejak 11 Februari 2026. Acara ini menawarkan konsep yang sangat unik dan menarik, yaitu sebuah survival show yang diikuti oleh 49 orang peramal. Peserta tersebut datang dari berbagai latar belakang keahlian, mulai dari syaman atau dukun, pembaca tarot, hingga saju (ahli analisis takdir).
Pada episode-episode awal yang telah dirilis, para peramal dihadapkan pada serangkaian misi yang menantang berupa teka-teki yang kompleks. Salah satu segmen yang paling mencuri perhatian adalah ketika para peserta diminta untuk menebak penyebab kematian seseorang yang telah tiada. Mereka hanya diberikan petunjuk berupa foto mendiang, tanggal lahir, dan waktu kematian.
Namun, salah satu kasus yang diangkat dalam program ini akhirnya menimbulkan kontroversi yang cukup besar. Kasus tersebut melibatkan upaya peramalan penyebab kematian seorang pemadam kebakaran bernama Kim Cheol Hong. Misi ini bahkan sampai membuat tim produksi “Battle of Fates” menuai kritik tajam dari publik. Mari kita simak kronologi lengkapnya.
Pada episode kedua dari “Battle of Fates,” para peramal peserta ditantang untuk mengungkap misteri di balik kematian Kim Cheol Hong yang terjadi pada tahun 2001. Dalam tantangan ini, para kontestan ditugaskan untuk memprediksi penyebab sang pemadam kebakaran meninggal dunia hanya dengan bermodalkan foto, tanggal lahir, dan waktu kematiannya.
Berbagai spekulasi dan prediksi pun bermunculan dari para peserta. Ada yang menduga penyebabnya berkaitan dengan unsur api, perasaan terjebak, runtuhnya bangunan, hingga cedera fisik yang dialami korban. Dari sekian banyak jawaban yang diberikan, salah seorang kontestan dinilai berhasil memberikan prediksi yang paling mendekati fakta, sehingga memungkinkannya untuk lolos dari misi tersebut.
Namun, setelah episode ini ditayangkan dan potongan videonya menyebar luas di media sosial, reaksi publik mulai bermunculan. Banyak netizen yang menyuarakan keraguan mereka, mempertanyakan apakah pihak keluarga almarhum telah memberikan izin untuk penggunaan kasus ini. Sebagian lainnya menilai bahwa konsep misi semacam ini kurang etis dan dianggap tidak menunjukkan rasa hormat kepada mendiang yang telah berpulang.
Kontroversi seputar pengangkatan kasus kematian Kim Cheol Hong semakin memanas setelah muncul sebuah pernyataan dari seorang individu yang mengaku sebagai keponakan almarhum. Dalam sebuah unggahan di media sosial, individu tersebut menuding bahwa tim produksi “Battle of Fates” tidak memberikan informasi yang cukup transparan kepada keluarga saat meminta izin.
Menurut pengakuan pengunggah asli (OP), pihak produksi awalnya menyampaikan bahwa kisah kematian Kim Cheol Hong akan diangkat dalam sebuah program dokumenter yang bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan. Namun, OP mengklaim bahwa keluarga tidak pernah dijelaskan bahwa tayangan tersebut sebenarnya adalah sebuah survival show dengan tema peramalan atau praktik perdukunan.
Penting untuk dicatat bahwa pernyataan ini berasal dari unggahan di media sosial dan identitas OP serta kebenaran klaimnya hingga saat ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Menyusul memanasnya kontroversi yang melingkupi pengangkatan kasus kematian dalam acara ragam ini, tim produksi “Battle of Fates” akhirnya angkat bicara. Melalui sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa (17/2/2026), seorang perwakilan dari “Battle of Fates” menegaskan, “Kami telah memperoleh persetujuan dari keluarga terkait episode yang dimaksud. Saat ini, kami sedang dalam proses konfirmasi detail lebih lanjut mengenai masalah ini dengan perusahaan produksi.”
Selain kontroversi ini, “Battle of Fates” juga berhasil mencuri perhatian publik karena salah satu pembawa acaranya adalah Park Na Rae. Ia diketahui sedang mengambil jeda dari dunia hiburan karena kontroversi lain yang melibatkan dirinya terkait kasus “bibi suntik” yang telah berlangsung sejak akhir tahun 2025.
Program “Battle of Fates” dijadwalkan untuk merilis episode selanjutnya, yaitu episode 5 dan 6, pada tanggal 18 Februari 2026. Acara ini terus menjadi perbincangan hangat, baik karena konsepnya yang unik maupun karena kontroversi yang menyertainya.
Baca Juga:
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…