Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Barat (NTB). Peringatan ini mencakup potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang di berbagai wilayah NTB. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini.
Periode peringatan dini ini berlaku selama tiga hari, mulai tanggal 26 hingga 28 Januari 2026. Beberapa wilayah di NTB diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Berikut adalah daftar wilayah yang berpotensi terdampak:
Kabupaten Lombok Barat:
- Sekotong
- Lembar
Kabupaten Lombok Tengah:
- Pujut
- Praya Barat
- Praya Barat Daya
Kabupaten Lombok Timur:
- Pringgabaya
- Aikmel
- Sambelia
- Pringgasela
- Wanasaba
- Sembalun
- Suwela
Kabupaten Lombok Utara:
- Gangga
- Kayangan
- Bayan
Kabupaten Sumbawa:
- Utan
- Sumbawa
- Moyo Hilir
- Ropang
- Lape
- Plampang
- Empang
- Labuhan Badas
- Labangka
- Rhee
- Unter Iwes
- Moyo Utara
- Maronge
- Tarano
- Lopok
- Lantung
Kabupaten Bima:
- Tambora
- Sanggar
- Madapangga
- Soromandi
- Bolo
- Palibelo
- Belo
- Woha
- Ambalawi
- Wera
- Monta
- Parado
- Lambu
- Sape
- Langgudu
Kabupaten Dompu:
- Pekat
- Kempo
- Woja
- Dompu
- Manggalewa
- Kilo
- Pajo
- Hu’u
Kota Bima:
- Asakota
- Raba
- Rasana’e Barat
- Rasana’e Timur
- Mpunda
Meskipun Kota Mataram, sebagai ibu kota Provinsi NTB, terpantau cerah dengan angin kencang pada pagi hari tanggal 26 Januari 2026, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang mungkin terjadi.
Imbauan Kewaspadaan
Dengan adanya potensi hujan ringan hingga lebat dan angin kencang, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang mungkin timbul. Beberapa potensi dampak yang perlu diwaspadai antara lain:
- Banjir
- Tanah longsor
- Genangan air
- Angin kencang
- Kilat/petir
- Berkurangnya jarak pandang
- Baliho roboh
- Pohon tumbang
Peringatan Gelombang Tinggi
Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan khusus bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai kurang lebih 2 meter di beberapa wilayah perairan, yaitu:
- Selat Lombok bagian selatan
- Selat Alas bagian selatan
- Samudera Hindia selatan NTB
Tanah Longsor di Pusuk Sembalun
Sebelumnya, pada hari Sabtu (24/1/2026), telah terjadi tanah longsor di Jalan Raya Pusuk Sembalun, Lombok Timur. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan sempat menutupi sebagian bahu jalan, menyebabkan gangguan arus lalu lintas di kawasan wisata tersebut.
Kapolsek Sembalun, Iptu Lalu Subadri, menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan pembersihan material longsoran menggunakan peralatan seadanya agar jalan dapat segera dilalui. Longsor ini diduga kuat terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan lebat selama beberapa hari terakhir.
Saat ini, material yang menutupi bahu jalan telah berhasil dipinggirkan. Jalur tersebut sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, meskipun baru bisa menggunakan satu lajur secara bergantian.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Balai Penanganan Jalan Nasional (BPJN) untuk mengerahkan alat berat ke lokasi guna mempercepat proses evakuasi material secara menyeluruh agar arus lalu lintas dapat kembali normal. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan penanganan longsor dapat dilakukan secara efektif dan efisien.







