Peran Penting Pemerintah dalam Mendorong Investasi Infrastruktur
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menekankan bahwa inisiatif pemerintah, likuiditas pasar, dan disiplin dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi faktor kunci untuk meningkatkan investasi infrastruktur di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur dan CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam acara APLMA Loan Market Conference Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu.
Rizki menjelaskan bahwa Indonesia memiliki posisi yang strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur melalui ekosistem lembaga keuangan khusus yang terkoordinasi. Dalam sesi “Driving Investment in Infrastructure through Government Initiatives”, ia menyatakan bahwa IIF adalah lembaga keuangan non-bank yang didirikan 16 tahun lalu oleh pemerintah bersama empat institusi internasional terkemuka. Tujuannya adalah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur.
“Mandat kami adalah melengkapi, bukan bersaing dengan, industri perbankan dan pasar modal,” ujarnya.
Selama 20 tahun terakhir, pemerintah telah membangun jaringan lembaga khusus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Bersama institusi-institusi lain, IIF secara kolektif telah membiayai lebih dari 150 proyek infrastruktur di berbagai sektor selama 16 tahun terakhir.
Keterlibatan Institusi Pemerintah dalam Pembangunan Infrastruktur
Seiring dengan skala pembangunan yang semakin besar, pemerintah membentuk dua sovereign wealth fund (SWF), dengan yang terbaru juga berperan sebagai super holding BUMN dan investor dalam program prioritas pemerintah. Seluruh institusi ini bekerja sama secara erat untuk memastikan kelancaran pembangunan infrastruktur.
Terkait kondisi pasar, Rizki mencatat bahwa likuiditas domestik cukup memadai. Rasio pinjaman terhadap simpanan perbankan saat ini sekitar 80%, sementara basis dana pensiun dan perusahaan asuransi terus tumbuh dan mencari aset jangka panjang.
“IIF mendukung industri melalui pembiayaan tahap awal dan take-out financing, serta telah memelopori instrumen pasar modal termasuk green perpetual notes, credit enhanced bonds, dan obligasi bertenor panjang. Pemerintah, melalui salah satu SWF, juga telah menerbitkan instrumen yang berfungsi sebagai mekanisme blended finance. Kami berharap lebih banyak inovasi akan hadir,” tambahnya.
Faktor Sukses yang Tidak Bisa Ditawar Lagi
Rizki menekankan dua faktor sukses yang tidak bisa ditawar lagi, yaitu harga yang kompetitif dan disiplin dalam menerapkan ESG. Di IIF, mereka telah menghabiskan lima tahun terakhir untuk secara sistematis menurunkan biaya dana dan menegakkan standar lingkungan dan sosial yang ketat di setiap proyek yang mereka biayai.
Pada minggu yang sama, IIF menandatangani perjanjian pinjaman dengan sebuah perusahaan swasta untuk proyek di sektor kesehatan. Ini mencerminkan upaya dan komitmen IIF dalam memperkuat ketahanan kesehatan melalui pembangunan infrastruktur sosial, yang merupakan salah satu program prioritas nasional.
Inovasi dan Kolaborasi untuk Masa Depan Infrastruktur
Dengan kolaborasi antara lembaga-lembaga keuangan khusus, pemerintah, dan sektor swasta, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan investasi infrastruktur. Inovasi dalam bentuk instrumen keuangan baru dan peningkatan efisiensi biaya dana menjadi kunci utama dalam proses ini.
Di samping itu, pengembangan infrastruktur harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, sehingga proyek-proyek yang didanai oleh IIF tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen IIF untuk terus memperluas cakupan proyek infrastruktur, baik di sektor kesehatan maupun bidang lain, menunjukkan bahwa lembaga ini siap menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan infrastruktur nasional. Dengan pendekatan yang terarah dan kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sambil menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan.







