Kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global. Hal ini membuat Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menyarankan agar pemerintah daerah segera melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk mengurangi dampak kenaikan harga tersebut.
Menurut Bayu, kenaikan harga sembako saat ini tidak bisa diatasi hanya dengan upaya di tingkat daerah. Ia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi global, terutama fluktuasi harga minyak dunia, menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga komoditas. “Kalau kita lihat, kenaikan sembako ini efek dari minyak dunia. Hampir semua terdampak, termasuk pupuk dan bahan pendukung lainnya,” ujarnya.
Bayu memberikan contoh bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi pada bahan pangan, tetapi juga pada komponen pendukung seperti plastik. Sebagai pemilik usaha katering, ia menyampaikan pengalamannya sendiri. “Plastik naik dua kali lipat, katering juga naik. Itu sudah terasa sejak sebulan terakhir,” katanya.
Ia menilai bahwa intervensi yang dilakukan pemerintah daerah melalui operasi pasar hanya bersifat jangka pendek. Untuk solusi yang lebih efektif, diperlukan kebijakan fiskal di tingkat nasional. “Kalau hanya mengandalkan anggaran di daerah, itu hanya untuk menenangkan pasar. Kalau ingin lebih tajam, harus ada intervensi nasional,” jelasnya.
Bayu menegaskan bahwa Pemkot Malang tidak bisa menanggung beban tersebut sendirian karena kebijakan yang memengaruhi harga bersifat nasional bahkan internasional. “Pemkot tidak bisa sendiri, harus koordinasi dengan pemerintah pusat. Ini bukan hanya masalah daerah,” tegasnya.
Ia menyebut bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemkot Malang untuk membahas langkah mitigasi yang bisa dilakukan dalam menghadapi kenaikan harga tersebut. “Kami akan koordinasi dengan Pemkot untuk menentukan langkah mitigasi yang tepat,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga energi, yang dinilai turut membantu menahan laju kenaikan harga di dalam negeri. “Kami apresiasi pemerintah pusat yang bisa menahan harga minyak, di saat negara lain mengalami kenaikan signifikan,” katanya.
Bayu berharap kondisi geopolitik global dapat segera membaik, agar tekanan terhadap harga kebutuhan pokok dapat berkurang. “Kita berharap situasi global lebih stabil agar harga-harga bisa kembali terkendali,” pungkasnya.
Kenaikan harga bahan pokok tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga pada berbagai sektor usaha. Bayu menyoroti bagaimana kenaikan harga plastik secara langsung memengaruhi bisnis katering miliknya. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi pada bahan pangan, tetapi juga pada komponen-komponen pendukung yang sangat penting dalam operasional bisnis.
Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga berdampak pada biaya produksi dan distribusi. Hal ini menyebabkan kenaikan harga berbagai produk yang akhirnya berujung pada beban tambahan bagi masyarakat. Dengan adanya dampak ini, perlu adanya kebijakan yang lebih strategis dan terkoordinasi antar pihak terkait.
Untuk menghadapi kenaikan harga yang terus-menerus, diperlukan langkah-langkah mitigasi yang lebih efektif. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan bisa mengurangi beban masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…