Mario Lemos: Boikot Suporter Tidak Menguntungkan Tim Tamu

Kondisi Khusus di Laga Semen Padang FC vs Persijap Jepara

Laga pekan ke-28 BRI Super League antara Semen Padang FC dan Persijap Jepara akan digelar hari ini di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (20/4/2026) pukul 15.30 WIB. Namun, situasi yang terjadi di sekitar pertandingan ini tidak biasa akibat aksi boikot dari sejumlah kelompok suporter tuan rumah.

Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, menilai rencana boikot yang dilakukan suporter Semen Padang FC tidak serta-merta menjadi keuntungan bagi timnya. Ia menegaskan bahwa kehadiran atau tidaknya suporter tidak akan banyak memengaruhi fokus pemain di lapangan.

Bacaan Lainnya

“Apabila ada suporter atau tidak ada, kami yakin ketika pemain masuk ke lapangan, mereka tidak berpikir soal itu. Pemain akan fokus ke pertandingan,” ujarnya saat jumpa pers di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (19/4/2026).

Ia menyebut, baik bagi Persijap Jepara maupun Semen Padang FC, situasi tersebut bukan menjadi kendala utama dalam pertandingan. “Tanpa suporter atau dengan suporter, itu bukan jadi kendala untuk tim kami maupun Semen Padang.”

Meski demikian, Lemos mengakui kehadiran suporter sejatinya dapat memberikan energi tambahan dalam sebuah pertandingan. “Memang dengan adanya dukungan suporter, tentu pemain lebih semangat. Tapi itu bukan hal yang menentukan,” ucapnya.

Seperti diketahui, laga ini diprediksi berlangsung tanpa dukungan penuh dari tribun setelah kelompok suporter Semen Padang FC, The Kmers Mania, menyatakan akan memboikot pertandingan sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen klub. Aksi tersebut dilakukan dengan tidak memasuki stadion serta menyiapkan spanduk berisi kritik. Boikot bahkan disebut berpotensi berlanjut pada laga berikutnya.

Di sisi lain, manajemen Semen Padang FC juga menjatuhkan sanksi kepada kelompok suporter lain seperti UWS 1980 dan Spartack yang tidak diperbolehkan membeli tiket pertandingan akibat pelanggaran pada laga sebelumnya.

Respons Pelatih Semen Padang FC

Menanggapi situasi ini, Pelatih Kepala Semen Padang FC, Imran Nahumarury, mengaku baru mengetahui kabar aksi boikot tersebut. Meski begitu, ia mencoba melihat situasi ini dari sisi positif.

“Saya baru tahu, tapi bagi saya kita harus positif sedikit. Saya yakini ini bagian dari rasa kecintaan mereka suporter terhadap tim ini,” ujar Imran saat jumpa pers kepada awak media di kompleks Mes Indarung Semen Padang, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, dalam kondisi apapun, tim tetap harus fokus dan terus berjuang demi misi bertahan di Liga BRI Super League. “Apapun situasi yang terjadi, kami harus terus berlari. Dengan adanya suporter tentu menambah motivasi, tapi saya yakin walaupun mereka tidak ada di stadion, mereka pasti mendoakan kami,” katanya.

Ia menegaskan, tim memiliki tujuan yang sama dengan suporter, yakni menjaga Semen Padang FC tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. “Kami punya misi yang sama, bagaimana tim ini tetap survive. Tapi tidak hanya bicara secara verbal, kami juga harus tunjukkan lewat aksi di lapangan,” tegasnya.

Imran juga tetap berharap dukungan dari suporter, baik yang hadir langsung di stadion maupun yang memberikan dukungan dari luar. “Kami tetap minta dukungan dari para suporter. Saya yakin pemain bisa merasakan apa yang dirasakan suporter dan mereka akan memberikan yang terbaik besok,” ujarnya.

3 Pemain Semen Padang Dipastikan Absen

Semen Padang FC tetap percaya diri menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-28 BRI Super League meski dihantam badai cedera pemain. Pelatih Kepala Semen Padang FC, Imran Nahumarury, mengakui timnya tidak akan tampil dengan kekuatan penuh.

Sejumlah pemain dipastikan absen akibat cedera. “Ada beberapa pemain yang belum bisa bergabung seperti Wakaso, Irsyad, dan Samuel karena cedera. Tapi itu bukan alasan bagi kami,” ujar Imran saat jumpa pers dengan awak media di kompleks Mes Indarung Semen Padang, Minggu (19/4/2026).

Selain itu, satu pemain lainnya, Rosad, juga baru kembali bergabung dalam latihan setelah mendampingi istrinya melahirkan. Kondisinya pun masih terus dipantau jelang laga. Meski demikian, Imran menegaskan skuad yang tersedia tetap siap memberikan performa terbaik demi meraih kemenangan penting di kandang.

“Tidak ada alasan. Saya percaya pemain yang ada saat ini siap dan sudah menunjukkan itu dalam latihan. Kami akan berjuang sampai akhir,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Semen Padang FC justru dituntut tampil maksimal mengingat posisi mereka di klasemen masih berada di zona bawah. Saat ini, Kabau Sirah berada di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin, terpaut lima angka dari Persijap Jepara yang menempati posisi ke-15.

Pemain Semen Padang FC, Firman Juliansyah, memastikan kondisi tim tetap solid meski kehilangan beberapa rekan setim. “Persiapan kami sangat matang. Kami sudah cukup lama mempersiapkan pertandingan ini dan siap menjalankan instruksi pelatih,” ujarnya.

Firman menambahkan, bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi dorongan moral besar bagi tim untuk mengamankan tiga poin. “Main di kandang tentu jadi motivasi tambahan. Dukungan suporter membuat kami lebih semangat,” katanya.

Semen Padang Siap Habis-habisan Hadapi Persijap

Semen Padang FC menatap serius laga pekan ke-28 BRI Super League menghadapi Persijap Jepara yang akan digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (20/4/2026) pukul 15.30 WIB. Pelatih Kepala Semen Padang FC, Imran Nahumarury, menegaskan timnya dalam kondisi siap tempur meski ada beberapa pemain yang harus absen.

“Persiapan seperti biasa, berjalan normal. Memang kalau kita bicara pertandingan home atau away, tentu berbeda. Tapi hari ini kita main di kandang, tidak ada pilihan, misi kita masih sama,” ujar Imran saat jumpa pers dengan awak media di kompleks Mes Indarung Semen Padang, Minggu (19/4/2026).

Ia menegaskan, Semen Padang FC tetap membawa semangat dan keyakinan penuh untuk meraih hasil maksimal demi keluar dari zona bawah klasemen. “Semangat kita masih sama, keyakinan kita masih sama. Bahwa tim ini akan terus berjuang sampai akhir. Tidak ada yang tidak bisa, kalau kita mau, kita bisa. Tapi kita harus buat sesuatu,” tegasnya.

Namun, Imran mengakui ada sejumlah pemain yang dipastikan absen karena cedera, seperti Wakaso, Irsyad, dan Samuel. Sementara itu, Rosad baru saja kembali bergabung setelah mendampingi istrinya melahirkan.

“Kita memang ada beberapa yang belum bisa bergabung. Tapi selebihnya semua pemain siap. Tidak ada alasan lagi. Saya yakin pemain lain siap dan itu sudah dibuktikan dalam latihan,” katanya.

Senada dengan sang pelatih, pemain Semen Padang FC, Firman Juliansyah, menyebut persiapan tim berjalan matang jelang laga penting tersebut. “Persiapan kami sangat matang dan cukup lama. Kami akan bermain sesuai instruksi pelatih dan siap untuk meraih tiga poin,” ujarnya.

Firman juga menilai dukungan suporter di kandang sendiri akan menjadi tambahan motivasi bagi tim Kabau Sirah. “Bermain di kandang tentu menambah semangat karena didukung suporter. Itu jadi motivasi besar untuk kami,” tambahnya.

Diketahui, saat ini Semen Padang FC masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan 20 poin. Sementara Persijap Jepara berada satu tingkat di atasnya, yakni posisi ke-15 dengan 25 poin.

Pada pertemuan putaran pertama lalu, Semen Padang FC sukses mencuri kemenangan 2-1 di kandang Persijap Jepara. Hasil tersebut diharapkan bisa kembali terulang saat bermain di hadapan publik sendiri.

Kecewa dengan Manajemen, The Kmers Boikot Laga Semen Padang FC

Sebelumnya, kelompok suporter Semen Padang FC, The Kmers Mania, menyatakan akan melakukan aksi boikot sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen klub. Dirigen The Kmers Mania, Bule, menyebut keputusan itu diambil karena kondisi tim yang dinilai belum menunjukkan perbaikan serta sikap manajemen yang dianggap kurang terbuka terhadap kritik.

“Melihat kondisi tim saat ini, serta sikap manajemen yang cenderung anti kritik, kami sangat menyayangkan hal tersebut,” ujarnya.

Pihaknya juga menilai kritik yang selama ini disampaikan suporter kerap diabaikan, bahkan dianggap tidak penting. Selain itu, Humas dan Infokom The Kmers Mania, Agung Putra, memastikan aksi boikot akan dilakukan saat laga melawan Persijap Jepara, dengan tidak memasuki tribun stadion serta membentangkan spanduk berisi kekecewaan.

Di sisi lain, situasi suporter semakin memanas setelah manajemen Semen Padang FC menjatuhkan sanksi kepada kelompok suporter lain, yakni UWS 1980 laga menghadapi Persijap Jepara dan Spartack saat lawan Persib Bandung yang tidak diperbolehkan mendapatkan tiket pertandingan akibat pelanggaran pada laga sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, laga kandang Semen Padang FC diprediksi akan berlangsung tanpa dukungan penuh dari tribun. Meski begitu, tim Kabau Sirah tetap dituntut meraih hasil maksimal demi memperbaiki posisi di klasemen.

Pos terkait