Harga BBM Nonsubsidi Naik, Harga Solar di Banjarbaru Ikut Melonjak

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Berdampak pada Berbagai Kalangan

Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis tertentu mengalami kenaikan yang signifikan. Pada hari Sabtu (18/4), di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tercatat adanya kenaikan harga pada BBM jenis diesel nonsubsidi.

Dexlite kini dijual dengan harga Rp 24.650 per liter. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite masih bertahan di harga Rp 10 ribu per liter. Pertamax 92 juga tetap dijual seharga Rp 12.900 per liter, sedangkan Biosolar memiliki harga Rp 6.800 per liter.

Bacaan Lainnya

Banyak masyarakat mulai merasakan dampak dari kenaikan harga ini. Salah satu keluhan datang dari Abdullah, seorang sopir truk yang mengisi Dexlite di SPBU Jalan Trikora Banjarbaru. Ia mengungkapkan bahwa biasanya dengan uang Rp 250 ribu, ia bisa mendapatkan sekitar 18 liter. Namun, kini hanya mendapat 10 liter saja.

Karena kendaraannya menggunakan mesin diesel dan merupakan milik perusahaan, ia tidak bisa beralih ke BBM lain yang lebih murah. “Mobil ini tidak bisa menggunakan BBM lain, harus Dexlite,” jelasnya.

Sopir lain, Rahmadi, juga menyampaikan keluhannya tentang kenaikan harga Dexlite yang sangat tinggi. Ia mengisi sekitar 10 liter untuk mengantar barang dari Banjarmasin ke Martapura. “Naiknya Rp 9.850. Awalnya kan Rp 14.800, sekarang Rp 24.650,” kata Rahmadi.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi juga berdampak pada pedagang eceran di Banjarbaru. Udin, pedagang BBM eceran di Jalan Sungai Ulin, mengatakan bahwa ia terpaksa menaikkan harga solar menjadi Rp 15.000 per liter. “Sebelumnya Rp 12.500. Soalnya harga dari pemasok juga ikut naik setelah kebijakan pemerintah itu,” ujarnya.

Ketersediaan solar juga menjadi tantangan tersendiri bagi Udin. Ia mengaku tidak selalu bisa mendapatkan pasokan dari pelangsir setiap hari. “Solar sekarang susah dicari. Jadi kalau ada yang menawarkan, langsung saya beli,” tambahnya.

Di Desa Betung, Kecamatan Pulaulaut Timur, Kabupaten Kotabaru, SPBU Minggu (19/4) terlihat sepi pembeli Dexlite. “Sejak pagi sampai sore ini, belum ada yang mengisi. Sepi dari biasanya,” beber Asrul, pengawas SPBU tersebut.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat pemilik kendaraan bermotor berbahan bakar Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex merasa terganggu. Pertamax Turbo kini dijual dengan harga Rp 20.250 per liter, sedangkan Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing Rp 24.650 dan Rp 24.950 per liter.

Leni, pemilik mobil double cabin Mitsubishi Triton, mengaku kaget atas kenaikan harga Dexlite. “Saya beli Rp 600 ribu, ternyata isinya hanya separuh,” ujarnya.

Namun Leni tidak akan mengganti BBM mobilnya ke Biosolar yang lebih murah. Sebab sudah dari awal mobilnya pakai Dexlite dan khawatir ada masalah dengan mesin.

Rahmi, pemilik sepeda motor, juga merasakan kenaikan harga BBM nonsubsidi. Ia mengatakan bahwa sekarang harganya naik. “Saya rutin isi Pertamax Turbo supaya mesin lebih terawat. Tarikan juga ringan. Tapi sayangnya sekarang harganya naik,” katanya.

Rahmi, yang setiap hari bekerja bolak-balik ke kantornya di Banjarbaru, menyiasati kenaikan harga BBM nonsubsidi dengan memilih naik bus umum. “Kantor saya di perkantoran Pemprov Kalsel, jadi ada bus ke jalur situ,” ujarnya.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Pertamax Turbo turut dirasakan di wilayah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. Zainuddin dari SPBU Bitahan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, menyatakan terjadi perubahan pembelian konsumen. “Pembelian Biosolar meningkat. Banyak sopir truk beralih karena faktor ekonomi,” ujarnya.

H Ruslan, yang sudah sekitar dua tahun menjadi sopir dumptruk tanah, mengaku membeli Biosolar karena lebih murah. “Kalau Dex kami tidak sanggup, mahal. Jadi kami lebih banyak isi Biosolar saja,” katanya. Dalam sehari, ia biasanya mengisi 70 liter.


Pos terkait