Pendaki Asal Belgia Terjatuh Saat Mendaki Gunung Rinjani
Juliette Marcelle V Andre (25), seorang pendaki asal Belgia, terpaksa digendong oleh porter menuju Shelter Emergency pada Sabtu (4/4/2026). Kejadian ini terjadi setelah Juliette mengalami cedera di kaki usai terjatuh saat mendaki Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat melalui jalur Sembalun. Akibat cedera tersebut, dia tidak bisa berjalan dan akhirnya harus dibawa turun dari gunung dengan bantuan porter.
Gunung Rinjani merupakan gunung berapi aktif yang memiliki ketinggian 3.726 meter. Sebagai gunung tertinggi kedua di Indonesia, gunung ini menjadi tujuan utama bagi para pendaki. Jalur pendakian baru saja dibuka kembali pada 1 April 2026 setelah penutupan sementara sejak Januari 2026 lalu. Salah satu jalur favorit adalah jalur Sembalun, yang ramai dikunjungi oleh ratusan pendaki.
Pj Evakuasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardi, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi di jalur turun menuju Danau Segara Anak sekitar pukul 11.30 WITA. Informasi awal diterima dari pemandu dan porter yang mendampingi korban di lapangan. Saat itu, korban dilaporkan mengalami cedera pada bagian kaki.
Berdasarkan data aplikasi eRinjani, Juliette tercatat resmi melakukan pendakian melalui pintu Sembalun dengan kode eticket ERAXXUX6FQULA. Korban teregistrasi mulai mendaki pada tanggal 3 April 2026 melalui pintu pendakian Sembalun.
Dalam proses evakuasi, TNGR telah berkoordinasi dengan tim evakuasi (EMHC). Hasil penilaian sementara menunjukkan bahwa cedera cukup serius pada kaki kiri korban. Kondisi korban mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki sebelah kiri dan diduga mengalami dislokasi tulang sehingga korban tidak dapat berjalan.
Pihak TNGR menyampaikan bahwa korban berhasil dibawa ke shelter darurat dengan cara digendong oleh porter sekitar pukul 13.43 WITA. Korban tiba di Shelter emergency 1 di Pelawangan dengan cara digendong oleh porter, kemudian mendapatkan perawatan awal.
Sementara itu, pada pukul 14.00 WITA, tim evakuasi sudah berada di Pos 2 dan langsung bergerak menuju Pelawangan Sembalun. Proses penanganan dan evakuasi lanjutan terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di Gunung Rinjani.
Jalur Sembalun Kembali Dibuka Setelah Penutupan Sementara
Diketahui bahwa pendakian Gunung Rinjani baru kembali dibuka pada 1 April 2026 setelah penutupan sementara per 1 Januari lalu. Penutupan rutin dilakukan karena cuaca ekstrem yang membahayakan pendaki selama bulan Januari, Februari, dan Maret. Selain itu, penutupan selama tiga bulan di awal tahun juga menjadi waktu untuk pemulihan alam serta pembenahan kawasan setelah dikunjungi wisatawan sepanjang tahun.
Pada hari pertama pembukaan, tiket pendakian sudah ludes terjual untuk tanggal 1 – 4 April 2026. Para pendaki memadati pintu-pintu pendakian sejak hari pertama. Hingga saat ini, pendakian Gunung Rinjani tetap menjadi magnet utama wisatawan lokal maupun wisatawan asing.







