Penemuan Jasad Pria Tanpa Identitas di Sungai Sekunder Turi Baru
Warga Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, digemparkan dengan penemuan jasad pria tanpa identitas di aliran sungai Sekunder Turi Baru pada hari Minggu (12/4/2026) siang. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan rasa penasaran di kalangan masyarakat setempat.
Korban ditemukan dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Ia hanya mengenakan celana dalam dan berada dalam posisi tengkurap. Jasad tersebut tersangkut di cor pembatas sungai yang terhubung ke Saluran Induk Mrican Kanan. Saat ditemukan, kondisi jasad masih relatif segar, sehingga memperkuat dugaan bahwa korban meninggal tidak lama sebelum penemuan.
Luka Serius di Bagian Leher
Penemuan jasad tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Tak lama kemudian, anggota Polsek Megaluh tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Selama proses penanganan, petugas menemukan adanya luka serius di bagian leher korban. Meski demikian, penyebab kematian belum dapat dipastikan secara pasti.
Kepala Dusun Paras, Johan Dwi Santoso, menjelaskan bahwa saat ditemukan, jasad korban masih cukup segar. “Ditemukan di sungai, tersangkut di cor pembatas. Kondisinya masih cukup segar,” ujarnya kepada media.
Dievakuasi ke RSUD Jombang
Setelah proses evakuasi, jasad korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Di sana, jasad akan menjalani proses identifikasi lebih lanjut serta pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab pasti kematian. Proses ini penting untuk membantu penyidik dalam menentukan apakah kematian korban disebabkan oleh faktor alami atau tindakan luar biasa.
Warga Sekitar Tidak Mengenal Identitas Korban
Sementara itu, Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, menyampaikan bahwa hasil penelusuran awal di sekitar lokasi belum menemukan warga yang mengenali identitas korban. Dari informasi sementara, korban diduga berasal dari luar daerah. “Dari hasil penyelidikan awal, tidak ada warga yang mengenali korban. Dugaan sementara bukan warga Megaluh maupun Jombang,” ujarnya.
Jasad pria yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun itu ditemukan dalam posisi tengkurap dan tersangkut pada struktur beton pembatas aliran sungai. Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang petani yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.
Diduga Terbawa Arus dari Daerah Lain
Polisi menduga jasad korban terbawa arus dari wilayah lain. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa saluran tersebut terhubung hingga ke daerah Kediri. Selain itu, kondisi debit air yang sempat meningkat sejak malam hingga pagi hari diduga turut memengaruhi pergerakan jasad. “Debit air sempat tinggi, kemudian menurun, sehingga korban tersangkut di balok beton,” jelas Kapolres.







