JAKARTA – Kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi perhatian banyak pihak, terutama mengenai kemungkinan adanya tanda-tanda demensia. Beberapa pengamat dan ahli medis menilai bahwa gaya berbicara dan kebijakan yang sering berubah-ubah dapat menjadi indikasi awal dari gangguan kognitif.
Seorang dokter bernama Vin Gupta menulis di media sosial X bahwa Trump mungkin menunjukkan gejala penyakit tersebut. Ia menyebutkan beberapa tanda seperti ketidakpastian, kesulitan menyelesaikan kalimat, sering bingung, alur pikiran yang tidak logis, serta kesulitan dalam mencari kata-kata. Penilaian ini didasarkan pada penampilan publik dan unggahan daring sang presiden, bukan hasil tes kesehatan resmi.
Spekulasi ini juga dilontarkan oleh politikus Demokrat, Jamie Raskin, yang meminta Dokter di Gedung Putih untuk segera memberi informasi tentang kondisi kesehatan presiden. Menurutnya, ada tanda-tanda konsisten dengan demensia dan penurunan kognitif, termasuk ledakan emosi dan pernyataan yang semakin tidak koheren, mudah berubah, kasar, gila, dan mengancam.
Hingga saat ini, Dokter pribadi Trump belum memberikan konfirmasi atau informasi lebih lanjut mengenai hasil kesehatannya setelah desakan tersebut.
Apa Itu Demensia?
Demensia adalah gangguan otak progresif yang secara bertahap menurunkan kemampuan kognitif, mulai dari daya ingat hingga kemampuan berpikir dan berkomunikasi. Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum, mencakup sekitar 60–80 persen dari seluruh kasus demensia.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 50 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 152 juta pada tahun 2050. Setiap tahun, sekitar 10 juta kasus baru demensia teridentifikasi, termasuk sekitar 6 juta kasus di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Selain berdampak pada individu dan masyarakat, demensia juga menimbulkan beban ekonomi yang sangat besar. Setiap tahun, biaya yang mencakup pengeluaran untuk perawatan langsung dan kerugian produktivitas diperkirakan mencapai lebih dari 1,3 triliun dolar AS.
Tanda dan Gejala Awal Demensia
Penglihatan Memburuk
Beberapa subtipe demensia, seperti atrofi kortikal posterior (PCA), biasanya dimulai pada usia di bawah 65 tahun. Tanda pertama bisa berupa kesulitan membaca, menilai jarak, atau persepsi kedalaman. Orang dengan PCA seringkali pergi ke dokter mata tanpa menyadari bahwa masalahnya terletak pada otak, bukan pada mata.Perubahan Kepribadian
Demensia frontotemporal (FTD) dapat menyebabkan perubahan kepribadian yang signifikan. Orang dengan FTD cenderung sulit memahami posisi orang lain dan mengendalikan impuls mereka. Perubahan ini disebut disinhibisi dan dapat memengaruhi hubungan interpersonal.Sulit Menemukan Kata-Kata
Hilangnya kemampuan berbahasa dapat disebabkan oleh jenis demensia frontotemporal tertentu yang disebut afasia nonfasih progresif. Jenis demensia ini membuat seseorang kesulitan menemukan kata yang tepat untuk sesuatu. Terapi bicara dan bahasa spesialis dapat membantu dalam komunikasi.Kesulitan Mengingat Nama, Percakapan, atau Kejadian Terkini
Masalah ingatan jangka pendek merupakan tanda khas demensia. Jika seseorang kesulitan mengingat kejadian terkini atau mengikuti percakapan, ini bisa menjadi indikasi penyakit Alzheimer. Namun, jika terjadi di usia muda, ada cara-cara untuk mendukung daya ingat dan fungsi kognitif, seperti menulis informasi yang ingin diingat dan mengulanginya dengan lantang.







