Jembatan Lembah Bajuin Tanahlaut Rusak, Wisatawan Khawatir Turun dari Kendaraan

Kondisi Jembatan Box Culvert yang Mengkhawatirkan di Kalimantan Selatan

Jembatan box culvert yang terletak di Dusun 2 RT 5, Desa Sungaibakar, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) kini dalam kondisi memprihatinkan. Struktur jembatan sepanjang sekitar 10 meter tersebut terus mengalami penurunan, terutama di bagian tengah yang semakin ambles.

Pantauan di lokasi pada Minggu (5/4/2026), terlihat bahwa bagian bawah konstruksi jembatan miring, sementara sisi kanan dan kiri hanya diperkuat dengan penahan sederhana tanpa cor permanen. Bekas lubang di bagian tengah pun ditutup menggunakan material seadanya, sehingga menambah kesan rapuh pada jembatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Setiap kendaraan yang melintas harus berhati-hati. Pengendara roda empat bahkan harus melaju sangat pelan agar tidak mengalami risiko bemper tersangkut pada bagian jembatan yang menurun. Hal ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Jembatan tersebut merupakan akses utama menuju objek wisata Lembah Bajuin serta jalur penting untuk aktivitas ekonomi warga setempat. Namun, kondisi jembatan saat ini membahayakan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Rinawati, warga Kota Pelaihari, mengaku hampir mengalami insiden saat melintas menggunakan mobil rendah. “Bemper depan mobil saya hampir nyangkut karena bagian tengahnya turun. Jadi harus pelan sekali lewatnya,” ujarnya.

Pengalaman serupa dialami wisatawan asal Banjarbaru, Ariyawan. Ia mengaku bemper mobilnya sempat tersangkut akibat kurang hati-hati saat melintasi jembatan tersebut. “Sempat nyangkut tadi, karena tidak terlalu pelan. Kondisinya memang mengkhawatirkan,” katanya.

Keduanya berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar akses menuju Lembah Bajuin menjadi lebih aman dan nyaman. “Kalau jalannya bagus, tentu wisatawan lebih nyaman dan pasti ingin kembali lagi,” tambah Rinawati.

Tantangan dan Risiko yang Dihadapi

  • Kondisi fisik jembatan yang terus memburuk, terutama di bagian tengah yang ambles.
  • Struktur penahan yang tidak memadai, hanya menggunakan penahan sederhana tanpa cor permanen.
  • Material penutup bekas lubang yang tidak memadai, meningkatkan risiko kerusakan lebih lanjut.
  • Kendaraan yang melintas harus melaju sangat pelan untuk menghindari risiko bemper tersangkut.
  • Bahaya bagi keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda empat dan pengunjung wisata.

Harapan Masyarakat

Masyarakat setempat dan pengunjung wisata sangat berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan pada jembatan tersebut. Perbaikan ini tidak hanya akan meningkatkan keamanan, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan wisatawan yang berkunjung ke Lembah Bajuin.


Pos terkait