Renovasi Gedung Shelter Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam
Renovasi Gedung Shelter Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam yang menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar telah rampung pada akhir 2025 dan mulai difungsikan awal 2026. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial, termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Namun, beberapa fasilitas dalam gedung tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kenyamanan penghuni. Khususnya, ruang sel untuk ODGJ tidak dilengkapi dengan kloset. Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (6/4/2026), terdapat empat ruang sel ODGJ berukuran sekitar 2,5 x 3 meter. Namun, tidak satu pun dari sel tersebut memiliki fasilitas kloset.
Sebagai gantinya, hanya tersedia lubang pembuangan dengan pipa serta dua pijakan sederhana yang digunakan penghuni untuk buang air besar. Selain itu, di dalam sel juga tidak ditemukan fasilitas bak air. Meski demikian, sel-sel tersebut sudah mulai digunakan.
Pada saat peninjauan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (6/4/2026), dua dari empat sel terlihat telah ditempati, sementara dua lainnya masih kosong.
Penjelasan Kepala Dinsos PM Kota Batam
Kepala Dinsos PM Kota Batam, Zulkifli Aman, S.Sos, MM, menjelaskan bahwa desain sel tanpa kloset memang sudah sesuai dengan perencanaan awal. Ia mengatakan, kondisi penghuni yang merupakan ODGJ membuat penggunaan fasilitas seperti kloset dinilai kurang efektif.
Menurut Zulkifli, perilaku penghuni yang tidak menentu justru dapat menyebabkan fasilitas cepat kotor atau rusak. “Kalau ODGJ ini kan kadang sudah diarahkan pun belum tentu mau. Bahkan, kotorannya bisa diserakkan,” kata Zulkifli.
Ia juga menambahkan bahwa desain tanpa kloset dipilih agar proses pembersihan lebih mudah dilakukan oleh petugas. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sel, serta memudahkan para staf dalam melakukan tugas mereka.
Fasilitas yang Tersedia
Meskipun tidak memiliki kloset, sel-sel tersebut tetap dilengkapi dengan beberapa fasilitas dasar. Lubang pembuangan dengan pipa menjadi solusi utama untuk kebutuhan penghuni. Sementara itu, dua pijakan sederhana digunakan sebagai tempat untuk buang air besar.
Selain itu, tidak ditemukan fasilitas bak air dalam ruang sel tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana penghuni memenuhi kebutuhan air bersih dan kebersihan diri.
Tanggapan dari Pengunjung dan Petugas
Beberapa pengunjung dan petugas yang hadir dalam peninjauan oleh KPK mengungkapkan kekhawatiran terkait kesiapan fasilitas dalam gedung tersebut. Meski proyek renovasi telah selesai, beberapa aspek penting seperti kloset dan fasilitas air masih kurang memadai.
Namun, pihak Dinsos PM Kota Batam berjanji akan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas fasilitas dalam waktu dekat. Mereka juga berkomitmen untuk memastikan bahwa semua penghuni mendapatkan perlakuan yang layak dan nyaman.
Kesimpulan
Renovasi Gedung Shelter Dinsos PM Kota Batam adalah langkah penting dalam upaya meningkatkan layanan sosial. Namun, adanya ketidaksempurnaan dalam fasilitas seperti kloset dan air bersih menunjukkan bahwa ada hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Dengan komitmen dan perbaikan yang terus-menerus, diharapkan dapat memberikan lingkungan yang lebih baik bagi penghuni, terutama ODGJ.







