Pada hari Minggu, 5 April 2026, seorang warga Semarang Timur menjadi korban penganiayaan oleh komplotan penjambret. Kejadian tersebut terjadi tepat di depan rumah korban, Jalan Halmahera Raya, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang. Saat itu, Yovita Haryanto (30) sedang dalam perjalanan menuju gereja bersama rekan kerjanya, ACH.
Peristiwa mencekam ini berawal dari kejadian yang awalnya tampak tenang. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat bahwa ACH, seorang perempuan pengendara motor, berhenti di depan gerbang rumah dan menunggu dibukakan pintu pagar. Namun, situasi tiba-tiba berubah drastis dalam hitungan detik.
Dua pria berboncengan motor tiba-tiba berhenti tepat di belakang ACH. Salah satu pelaku turun dan langsung mendekati ACH. Kepanikan pun tak terhindarkan. Pelaku diduga mencoba merampas barang milik korban seperti dompet dan telepon genggam. Dalam kondisi terdesak, korban sempat memberikan dompetnya. Namun, situasi memanas saat Yovita keluar dari rumah dan berusaha membantu rekannya.
Aksi perlawanan itulah yang memicu kekerasan. Dalam rekaman terlihat terjadi dorong-dorongan hingga korban terjatuh bersama sepeda motor ke sisi jalan. Di tengah kekacauan itu, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan melukai Yovita. Bacokan senjata tajam itu mengenai pelipis hingga pipi korban.
Setelah situasi mulai ramai dan korban memberikan perlawanan, kedua pelaku akhirnya melarikan diri dari lokasi. Akibat kejadian tersebut, Yovita mengalami luka serius di wajah dan tangan. Dia sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Halmahera sebelum akhirnya dirujuk untuk perawatan lanjutan. Informasi yang dihimpun menyebutkan korban harus menjalani 17 jahitan akibat luka yang diderita.
Selain itu, rekan Yovita, ACH, mengalami kerugian materi berupa uang tunai sekitar Rp 100 ribu. Seorang saksi di lokasi, Ujang (30), mengaku saat kejadian dia baru tiba untuk berjualan. “Saya baru datang jualan, tahu-tahu sudah ramai. Kirain tabrakan, ternyata katanya ada yang dibegal,” ujar Ujang kepada Tribun Jateng, Senin (6/4/2026). Ujang sempat melihat kondisi korban setelah kejadian. “Korban sempat tergeletak, pegangin kepala. Banyak orang sudah berkerumun,” imbuh dia.
Menurut dia, peristiwa itu terjadi sekitar pukul setengah tujuh pagi. Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat menggunakan kendaraan seadanya. Sementara itu, suasana di lokasi kejadian, pada Senin pagi, tampak sepi. Rumah korban dijaga aparat kepolisian. Keluarga korban memilih tidak memberikan keterangan karena masih dalam kondisi trauma.
Di sisi lain, aparat kepolisian telah bergerak melakukan penyelidikan. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi dan bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi. Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengatakan pihaknya kini tengah memburu pelaku. “Saat ini anggota sedang lidik pelakunya, perkembangan nanti kami informasikan,” ungkap dia.
Polisi juga meningkatkan patroli di kawasan tersebut guna mengantisipasi kejadian serupa, sekaligus menenangkan warga yang sempat resah akibat insiden tersebut. Hingga kini, dua pelaku yang terlibat dalam aksi penjambretan dan penganiayaan tersebut masih dalam pengejaran.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…