Categories: Breaking News

Pembunuh Mantan Kapolri Ditangkap



JAYAPURA – Setelah berjuang selama 13 tahun, akhirnya salah satu pelaku penyerangan rombongan mantan Kapolri Tito Karnavian saat berkunjung ke Kabupaten Lanny Jaya pada tahun 2012 lalu berhasil ditangkap. Pria yang dimaksud adalah Pulan Wonda atau dikenal dengan nama panggilan Kamenak.

Pulan Wonda ditangkap oleh Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 setelah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama beberapa tahun terakhir. Penangkapan dilakukan pada hari Kamis (2/4) di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Menurut informasi dari Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, pelaku tertangkap setelah terdeteksi berada di sebuah bengkel motor di Kota Mulia.

“Tim melakukan pemantauan dan penyekatan. Saat pelaku melintas menggunakan sepeda motor, yang bersangkutan menabrak kendaraan petugas dan berupaya melarikan diri. Aparat telah memberikan dua kali tembakan peringatan, namun tidak diindahkan, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur yang melumpuhkan pelaku pada bagian kaki kanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4).

Selama proses penangkapan, aparat juga mengamankan beberapa barang bukti, antara lain:

  • Satu unit sepeda motor Jupiter MX 135 cc
  • Tiga unit telepon genggam
  • Charger, STNK, dan kunci motor
  • Tas hitam, topi loreng, dompet, noken
  • Tiga lembar uang palsu

Menurut Yusuf, Pulan Wonda memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata. Ia diduga terlibat dalam berbagai kejadian sejak tahun 2010 hingga 2014, termasuk penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua saat itu, Tito Karnavian, pada 28 November 2012 di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya.

Selain itu, pelaku juga diduga terlibat dalam berbagai aksi penyerangan yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, baik dari kalangan aparat maupun warga sipil. Selain itu, ia juga diduga terlibat dalam perampasan senjata api dan pembakaran fasilitas kepolisian.

Pulan Wonda merupakan anggota kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya yang selama ini aktif beroperasi di wilayah pegunungan tengah Papua. Penangkapan ini menandai langkah penting dalam upaya pemerintah untuk menangani isu keamanan di wilayah tersebut.

Penangkapan ini menunjukkan komitmen pihak berwajib dalam memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua. Dengan penangkapan ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat serta menegaskan bahwa pelaku kejahatan akan mendapatkan konsekuensi sesuai hukum yang berlaku.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

3 bulan ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

3 bulan ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

3 bulan ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

3 bulan ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

3 bulan ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

3 bulan ago