Kebakaran dan Kecelakaan di Mantuil, Banjarmasin
Pada malam Jumat (10/4/2026), warga Mantuil, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dihebohkan oleh insiden kebakaran yang terjadi di sebuah bangunan warung sembako. Kejadian ini memicu respons cepat dari puluhan unit kendaraan pemadam kebakaran (BPK) yang segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Namun, tidak hanya kebakaran yang menjadi perhatian utama. Pada saat yang sama, satu unit mobil BPK mengalami kecelakaan. Insiden ini terjadi ketika kendaraan tersebut melaju menuju lokasi kebakaran. Mobil disebut mengalami pecah ban dan langsung menghantam tiang listrik di sisi jalan.
Kejadian ini bermula saat api mulai muncul dari bangunan warung sembako di ujung pemukiman. Api menyebar dengan cepat, sehingga memicu kepanikan di sekitar area. Dengan kondisi gelap dan listrik yang tiba-tiba padam, situasi semakin memburuk. Sirine mobil pemadam kebakaran terdengar, tetapi tidak bisa mengurangi keributan yang terjadi.
Di sebuah tikungan tajam, mobil BPK yang sedang melaju tiba-tiba mengalami pecah ban. Akibatnya, kendaraan berputar hingga 360 derajat dan menghantam tiang listrik di sisi kiri jalan. Kejadian ini membuat kemacetan parah di sekitar lokasi.
“Pecah ban lalu dia berputar balik 360 derajat. Ramai di jalan sini macet parah,” ujar Nur, salah satu warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.
Mobil yang mengalami kecelakaan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan. Namun, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kendaraan kemudian ditarik ke pinggir jalan untuk mengurangi kemacetan yang terjadi.
“Lebih ramai di sini sepertinya, karena di sana susah masuknya juga, kebakaran berada di gang sempit. Di sana sudah padam, di sini malah heboh,” tambah Nur.
Situasi di lokasi kejadian terus memanas. Warga berkerumun untuk melihat kejadian yang terjadi. Beberapa dari mereka mencoba membantu proses evakuasi kendaraan dan pengamanan area. Setelah jalan mulai lengang, mobil yang rusak ditarik menuju markas BPK untuk segera dilakukan perbaikan.
“Ditarik aja lagi nih, kada kawa lagi dah jalan,” ujar Amat, salah satu relawan yang turut serta dalam penanganan kejadian.







