Kronologi Balita Terlindas Mobil di Indramayu
Seorang balita berinisial AZH dilaporkan terlindas mobil dalam kejadian yang terjadi di salah satu yayasan di Kabupaten Indramayu. Peristiwa ini menimbulkan banyak spekulasi dan viral di media sosial, sehingga memicu penjelasan resmi dari pihak yang terkait.
Lokasi dan Waktu Kejadian
Kejadian tersebut terjadi di halaman Yayasan MI Al Itihad, Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, kendaraan yang digunakan oleh SPPG Yayasan Ponpes Salaf Annur sedang bersiap meninggalkan lokasi setelah mengambil ompreng bekas dari sekolah.
Penjelasan Pemilik SPPG
Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Ponpes Salaf Annur, KH Farid Ashr Wadahr, memberikan penjelasan langsung terkait insiden ini. Ia menjelaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan kejadian sebenarnya.
Farid memastikan bahwa balita berinisial AZH dalam kondisi baik tanpa luka. Menurutnya, anak tersebut hanya sedang bermain dan berada di belakang ban mobil. Sopir kendaraan tidak menyadari posisi balita tersebut saat berkendara.
Kepanikan dan Viralnya Video
Meskipun balita tidak terlindas, situasi mendadak berubah ketika warga sekitar panik dan berteriak. Seorang perempuan yang masih kerabat korban berteriak histeris, dan momen ini terekam dan viral di media sosial.
Pemeriksaan Medis
Untuk memastikan kondisi balita, AZH segera dibawa ke RS Pertamina Klayan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan disaksikan oleh berbagai pihak, termasuk tenaga medis, aparat kepolisian, hingga pemerintah setempat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa balita tidak mengalami cedera apa pun.
“Kemudian dicek sampai ke rumah sakit, sampai dokter, sampai ada aparat kepolisian, sampai ada camat juga, menyaksikan semua, ternyata kondisi anaknya tidak ada yang patah, enggak ada yang luka, enggak ada yang apa, anaknya juga masih sehat,” jelas Farid.
Ia menambahkan bahwa balita tersebut bahkan sudah kembali beraktivitas seperti biasa tak lama setelah kejadian.
Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Insiden ini pun berakhir tanpa konflik berkepanjangan. Pihak keluarga korban disebut memahami situasi yang terjadi dan memilih menyelesaikan secara kekeluargaan.
“Dari orang tua juga cuma kekhawatiran saja, sebenarnya dari orangtua juga tidak ada apa-apa, enggak mempermasalahkan, sudah mengerti karena kondisi anaknya juga tidak kenapa-napa,” ungkapnya.
Pentingnya Verifikasi Informasi
Menanggapi cepatnya penyebaran video tersebut, Farid mengingatkan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi ke publik. Ia berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum diverifikasi.
“Saya berharap mudah-mudahan dengan klarifikasi ini yang memviralkan semoga jangan terus memviralkan, paling tidak tabayyun dulu, atau paling enggak klarifikasi dulu, dan pesan untuk semua kaum muda-mudi jangan terlalu cepat-cepat memposting ke media sosial, mending kalau itu memang benar, kalau tidak benar, itu bisa menjadi fitnah,” lanjutnya.
Evaluasi Internal dan SOP
Di balik kejadian ini, pihak SPPG menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kewaspadaan dalam operasional, khususnya bagi para sopir yang bertugas di lapangan.
“Insya Allah kami selalu mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP). Driver atau sopir kami juga tidak asal, mereka memang sopir ada SIM dan lain-lain,” kata Farid.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di era viralitas, satu potongan kejadian bisa membentuk persepsi besar padahal kenyataannya bisa jauh berbeda. Klarifikasi pun menjadi kunci agar kebenaran tidak tertutup oleh kepanikan sesaat.







