Kalah dari Bali United, Marian Akui Masalah Internal dan Persiapan Jadi Penyebab Kekalahan PSBS

Kekalahan Telak PSBS Biak dari Bali United

GIANYAR – PSBS Biak harus menerima kekalahan telak saat menghadapi Bali United dengan skor 6-1 dalam pertandingan lanjutan pekan ke 26 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Senin 6 April 2026 malam. Kekalahan ini semakin memperparah posisi tim berjuluk Badai Pasifik di zona merah klasemen sementara.

Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi di babak pertama. PSBS Biak sempat memberikan harapan setelah Mohcine Hassan Nader mencetak gol pembuka di menit ke-30. Namun, momentum tersebut segera sirna ketika Teppei Yachida membawa tuan rumah unggul di menit ke-36. Joao Vitor Ferrari Silva kemudian menambah gol di menit ke-40, yang menutup babak pertama dengan skor 2-1 untuk Bali United.

Bacaan Lainnya

Di babak kedua, Bali United terus memperlihatkan dominasi mereka. Joao Vitor mencetak gol tambahan di menit 48, disusul oleh Diego Campos di menit 63. Puncaknya, Boris Kopitovic mencetak gol di masa injury time 90+2, menjadikan skor akhir menjadi 6-1 untuk kemenangan Bali United.

Penjelasan Pelatih PSBS Biak

Usai laga, pelatih kepala PSBS Biak, Marian Mihail, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia secara terbuka mengakui bahwa kekalahan ini disebabkan oleh faktor non-teknis yang sangat krusial.

Mihail menjelaskan bahwa persiapan tim selama jeda liga terganggu oleh masalah internal yang serius. “Dari rencana satu bulan persiapan yang kami susun, kami hanya efektif berlatih selama sepuluh hari saja. Ada beberapa masalah internal, kami tidak bisa menjalankan program latihan sesuai rencana,” ujarnya.

Menurutnya, kegagalan di Stadion Dipta adalah cerminan dari minimnya dedikasi dan persiapan yang matang di level profesional. Ia juga menyoroti hilangnya identitas dan mentalitas bertarung anak asuhnya, terutama saat tertinggal di babak kedua.

“Sepak bola adalah tentang persiapan harian dan ambisi di setiap pertandingan resmi. Ketika situasi sulit, pemain harus bermain dengan hati dan pengorbanan,” kata Mihail. “Namun hari ini hal itu tidak terlihat. Kami kehilangan konsentrasi dan membiarkan lawan mendominasi segala aspek,” tegasnya.

Tanggapan Pemain PSBS Biak

Senada dengan sang pelatih, pemain PSBS Biak, Yano Putra, mengakui bahwa timnya saat ini sedang berada dalam situasi yang sangat sulit. Ia menekankan bahwa faktor mental dan kegagalan mencuri poin di laga ini menjadi pukulan telak bagi perjuangan tim keluar dari zona degradasi.

“Kami tahu sedang berada di situasi sulit dan sangat butuh poin. Pertandingan hari ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. Kami tidak puas, tapi kami harus segera bangkit karena jarak poin di zona bawah masih cukup rapat,” ujar Yano.

Ia pun bertekad untuk segera melakukan evaluasi total demi menatap laga krusial berikutnya melawan Borneo FC.

Sukses Strategi Bali United

Di sisi lain, kemenangan besar ini menjadi pesta bagi pendukung Bali United, meski laga digelar tanpa penonton di stadion. Pelatih Bali United, Johnny Jansen, sukses meramu strategi yang mematikan, walaupun ia sempat diganjar kartu kuning oleh wasit Agung Setiyawan pada menit ke-87 akibat aksi protes di pinggir lapangan.


Pos terkait