Innalillahi, Ayah Pengantin Tewas Dihajar Preman di Purwakarta, Tolak Beri Rp500 Ribu

Peristiwa Tragis di Purwakarta: Ayah Pengantin Tewas Dikeroyok Preman Saat Pesta Nikah

Sebuah peristiwa tragis terjadi di Purwakarta, Jawa Barat. Seorang ayah pengantin bernama Dadang (58 tahun) meninggal dunia setelah dikeroyok oleh sejumlah preman saat sedang berlangsung acara pesta pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Kejadian ini memicu kekacauan dan rasa duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Peristiwa bermula ketika korban diminta untuk memberikan uang jatah oleh para pelaku. Awalnya, Dadang memberikan sejumlah uang sesuai permintaan. Namun, permintaan tersebut tidak berhenti. Para pelaku kembali datang dan meminta tambahan uang sebesar Rp500 ribu.

Bacaan Lainnya

Adik korban, Asep Wahyu, mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga tidak mengenal para pelaku. Menurutnya, mereka bukan warga setempat melainkan berasal dari Karawang. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang preman awalnya mendatangi Dadang dan meminta uang. Setelah menerima uang pertama, mereka kembali meminta tambahan.

“Awalnya dikasih, terus minta lagi. Katanya Rp500 ribu. Kejadian begitu,” kata Asep dalam sebuah pernyataan.

Selain Dadang, Asep juga sempat didatangi oleh para pelaku dalam jumlah yang lebih besar. “Ke kakak saya ada tiga orang (preman), ke saya sekitar delapan orang. Tapi totalnya sekitar 10 orang,” tambah Asep.

Ketika permintaan uang tidak dipenuhi, para pelaku langsung membuat kericuhan. Mereka mengganggu jalannya acara hingga tamu undangan panik dan berlarian. Dalam situasi kacau tersebut, Dadang menjadi sasaran penganiayaan. Ia diduga dipukul menggunakan bambu hingga terkapar.

Dalam video yang beredar, korban terlihat tergeletak tak berdaya setelah dikeroyok. Keluarga pun langsung berusaha memberikan pertolongan. Sang istri, Juju, juga terlihat lemas usai kejadian tersebut.

Pada Sabtu malam, Dadang dinyatakan meninggal dunia diduga akibat penganiayaan tersebut. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Bayu Asih untuk dilakukan visum.

Peristiwa ini turut mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, menyampaikan duka cita dan doa untuk korban. Ia berharap almarhum diterima iman islamnya dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

“Kita doakan untuk almarhum, semoga diterima iman islamnya dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah,” ujar Abang Ijo Hapidin di akun Instagramnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman berat kepada para pelaku serta mengimbau masyarakat menjaga keamanan lingkungan. “Saya berharap kepada aparat penegak hukum agar memberikan hukuman seberat-beratnya bagi para pelaku premanisme di Desa Kertamukti. Kami berharap di Purwakarta tidak terjadi seperti ini lagi,” katanya.

Abang Ijo juga menyampaikan bahwa pelaku masih dalam pengejaran saat itu. “Infonya (pelaku) masih proses pengejaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi menyebut para terduga pelaku telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan. “Pelaku sudah diamankan dan kami masih melakukan pendalaman,” pungkas AKP Enjang Sukandi.

Pos terkait