Indonesia tingkatkan ekonomi maritim Indo-Pasifik dengan acara kreatif laut

Kemitraan Strategis Indonesia-Jepang dalam Penguatan Ekonomi Maritim dan Keamanan Indo-Pasifik

Indonesia terus memperkuat posisi sebagai negara maritim dengan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk menghadapi tantangan global. Salah satu langkah penting adalah kerja sama strategis dengan Jepang, yang menunjukkan komitmen kuat di bidang teknologi, maritim, dan pertahanan. Pertemuan antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menjadi bukti nyata dari kolaborasi ini.

Pertemuan bilateral tersebut berlangsung di Istana Akasaka pada Selasa, 31 Maret 2026, dan membahas berbagai isu penting, termasuk penguatan hubungan kawasan Indo-Pasifik. Dalam pernyataan pers bersama, PM Takaichi menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara kedua negara di tengah dinamika global. “Ini sangat baik bahwa diskusi intensif diadakan dengan Presiden Prabowo yang mencakup berbagai bidang dan konfirmasi dibuat tentang hubungan kerja sama untuk membuat kawasan ini lebih kuat dan lebih makmur,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ajang Mermaid & Merman Indonesia sebagai Bagian dari Blue Economy

Selain kerja sama politik dan ekonomi, Indonesia juga menyelenggarakan ajang kreatif berbasis laut sebagai bagian dari ekosistem blue economy. Salah satunya adalah Marine Actions Expo 2026, yang akan turut menghadirkan kompetisi nasional Mermaid & Merman Indonesia. Kompetisi ini merupakan kolaborasi antara El John Pageants dan Marine Actions Expo 2026, yang akan digelar pada 24–26 April 2026 di Balai Kartini.

Production Manager MAX 2026, Andreas Boediman, menjelaskan bahwa ajang ini menjadi momentum penting dalam pengembangan industri mermaiding sebagai bagian dari ekosistem blue economy. “Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga langkah besar untuk mengembangkan industri kreatif berbasis laut di Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian acara Mermaid & Merman Indonesia akan dimulai dengan sesi Wet Performance pada 23 April 2026, yang menampilkan pertunjukan bawah air dengan kombinasi teknik freediving, koreografi, dan seni visual mermaid. Grand Final akan digelar pada 24–26 April 2026 sebagai bagian utama MAX 2026.

Untuk menjaga standar internasional, ajang ini didukung oleh sejumlah tokoh profesional seperti Imela Kei dan Noni Pingkan Bera sebagai konsultan, serta juri internasional Ahke. Mermaiding bukan sekadar hobi, tetapi perpaduan olahraga air, seni pertunjukan, dan gaya hidup premium. Bahkan, untuk menjadi profesional, peserta membutuhkan investasi besar, termasuk kostum ekor duyung yang bisa bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Sebagai bentuk apresiasi, pemenang kompetisi ini akan mendapatkan hadiah utama berupa perjalanan eksklusif 7 hari 6 malam liveaboard di Maldives. Ajang ini diharapkan mampu membuka peluang baru di sektor pariwisata, hiburan, dan komunitas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi industri kreatif berbasis laut.

Kerja Sama di Bidang Ekonomi, Maritim, dan Pertahanan

Di sektor ekonomi, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama konkret, termasuk pengembangan industri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang teknologi. “Dukungan berkelanjutan untuk pengembangan industri Indonesia dan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia termasuk sektor AI,” ungkap PM Takaichi.

Selain itu, kerja sama diperluas ke sektor maritim dan penanggulangan bencana. Sebagai dua negara maritim yang rentan terhadap bencana alam, pandangan disepakati tentang kerja sama maritim termasuk promosi industri perikanan dan penguatan kerja sama dalam manajemen risiko bencana, termasuk langkah-langkah pengendalian banjir.

Di bidang pertahanan, kedua negara juga memperkuat kolaborasi untuk menjaga stabilitas kawasan. “Kami menyambut baik bahwa setelah pertemuan 2 plus 2 tahun lalu, diskusi tentang pengaturan kerja sama pertahanan antara otoritas pertahanan sedang berlangsung. Melalui upaya-upaya ini, kedua negara kita akan bekerja sama untuk lebih mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia,” lanjut PM Takaichi.

Kesimpulan

Dengan komitmen tersebut, Indonesia dan Jepang menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat kemitraan strategis di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi maritim dan industri kreatif berbasis laut di masa depan.

Pos terkait