Kondisi Sekolah yang Tidak Layak Mengkhawatirkan Proses Belajar Siswa
PONTIANAK – Anggota DPRD Kota Pontianak dari Fraksi PKS, Fakhroni Faturrahman, menyoroti pentingnya revitalisasi SD Negeri 32 Pontianak Tenggara sebagai prioritas pemerintah setempat. Hal ini dilakukan karena kondisi sekolah saat ini tidak layak digunakan, sehingga kegiatan belajar mengajar harus dipindahkan sementara.
“Kita maklumi dengan anggaran Pemkot yang terbatas, tapi kami berharap revitalisasi SD 32 Pontianak Tenggara menjadi prioritas,” ujarnya kepada media, Senin 6 April 2026.
Fakhroni menilai bahwa jika perbaikan terlalu lama dilakukan, akan berdampak pada proses belajar siswa. Ia juga khawatir dengan potensi munculnya masalah sosial akibat siswa SD yang harus berinteraksi dengan siswa yang lebih tua di lokasi penumpangan.
“Takutnya juga kalau terlalu lama berinteraksi dengan siswa SMP dan SMA, terjadi masalah sosial baru, seperti anak SD di bullying siswa SMP dan SMA dan akan membekas menjadi trauma. Hal ini yang mesti kita hindari,” tegasnya.
Saat ini, siswa SD Negeri 32 Pontianak Tenggara menjalani kegiatan belajar dengan menumpang di SMP Negeri 8 Pontianak yang berada di lingkungan yang sama dengan SMA Negeri 14 Pontianak.
Masalah Sosial yang Mungkin Terjadi
Adanya interaksi antara siswa SD dengan siswa SMP dan SMA dapat memicu berbagai masalah sosial. Dalam situasi tersebut, siswa SD cenderung lebih rentan terhadap pengaruh negatif dari lingkungan yang lebih besar dan kompleks.
- Interaksi jangka panjang dengan siswa yang lebih tua bisa menyebabkan rasa takut atau cemas pada siswa SD.
- Siswa SD mungkin merasa tidak nyaman dalam lingkungan yang tidak sesuai dengan usia mereka.
- Terjadinya bullying atau perundungan bisa memberikan dampak psikologis jangka panjang bagi siswa SD.
Kebutuhan Revitalisasi Sekolah
Revitalisasi SD Negeri 32 Pontianak Tenggara sangat diperlukan untuk memastikan kebutuhan pendidikan siswa tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kenyamanan dan keamanan mereka.
- Perlu adanya penanganan segera terhadap kondisi fisik bangunan sekolah yang rusak.
- Pembenahan infrastruktur agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman.
- Memastikan bahwa siswa tetap dapat belajar dalam suasana yang mendukung perkembangan mereka secara optimal.
Solusi yang Diharapkan
Beberapa solusi yang dapat diambil oleh pemerintah antara lain:
- Melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah dan merencanakan renovasi secara bertahap.
- Menyediakan anggaran tambahan untuk mempercepat proses revitalisasi.
- Mengajak masyarakat dan komunitas untuk berpartisipasi dalam upaya pembenahan sekolah.
Kesimpulan
Permasalahan yang dihadapi SD Negeri 32 Pontianak Tenggara tidak hanya tentang kondisi fisik bangunan, tetapi juga dampak sosial yang mungkin timbul akibat perpindahan siswa ke lingkungan yang tidak sesuai. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk segera melakukan tindakan nyata guna memastikan keberlanjutan proses belajar mengajar yang aman dan berkualitas.







