Peninjauan Bupati Brebes terhadap Jembatan Kalibuntu yang Ambruk
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana ambruknya Jembatan Kalibuntu di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Sabtu sore (04/04/2026). Kunjungan ini merupakan bentuk respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memastikan penanganan darurat serta percepatan pemulihan akses masyarakat yang terdampak.
Dalam arahannya, Bupati Brebes menekankan pentingnya percepatan penanganan bencana, khususnya pembangunan jembatan sementara semi permanen guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pembangunan jembatan sementara harus segera direalisasikan, terutama untuk mendukung aktivitas warga dan akses anak-anak sekolah.
Akibat runtuhnya jembatan pada Jumat kemarin (03/04/2026), akses warga Dukuh Luwung Desa Cilibur Kecamatan Paguyangan terputus. Tercatat sekitar 300 kepala keluarga (KK) terdampak karena jalur utama penghubung antarwilayah tidak dapat dilalui. Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan serta mengoptimalkan langkah-langkah penanganan demi mempercepat pemulihan infrastruktur dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes Dani Asmoro, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Brebes Wibowo Budi Santoso, Camat Paguyangan Koko Kusnanto, TNI-Polri, Kepala Desa Cilibur, serta relawan kebencanaan.
Sebelumnya diberitakan, sebuah jembatan penghubung antar pedukuhan di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ambruk tergerus longsor pada Jumat (3/4/2026) sore. Ambruknya jembatan tersebut bahkan terekam kamera warga yang saat itu hendak melintas. Akibat putusnya jembatan tersebut, warga di kedua pedukuhan tersebut kini terisolir.
Jembatan yang menghubungkan Dukuh Luwung dan Dukuh Kumambang itu runtuh sekitar pukul 14.55 WIB. Warga kini harus terhenti atau dipaksa menempuh jalur alternatif yang jauh lebih panjang dan sulit. Kepala Desa Cilibur, Nurrohman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, pemerintah desa tengah melakukan pendataan dampak serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan instansi terkait untuk penanganan darurat.
“Peristiwa terjadi menjelang sore,” katanya. “Saat ini kami masih berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan BPBD untuk langkah penanganan awal,” ujarnya.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru, terutama jika penanganan tidak segera dilakukan. Kades menyebut, selain memperpanjang jarak tempuh warga, kondisi tersebut juga berisiko menekan aktivitas ekonomi desa yang selama ini bertumpu pada kelancaran distribusi.
“Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, tidak hanya dengan penanganan darurat, tetapi juga percepatan pembangunan kembali jembatan yang lebih kuat dan aman.”
“Warga menilai, keberadaan jembatan tersebut sangat vital dan segera di perbaiki,” pungkasnya.







